Demo Dugaan Pungli di Samsat Makassar Nyaris Ricuh

LIPUTAN8.COM, Makassar – Puluhan mahasiswa yang aksi unjuk rasa di depan Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Makassar nyaris bentrok dengan aparat kepolisian, Jumat (10/5/2019).

Pantauan dilapangan, aparat kepolisian yang mengawal jalannya demonstrasi, berusaha memadamkan ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa tepat di jalan masuk Kantor Samsat Makassar. Aksi saling dorong adummulut antara mahasiswa dan aparat kepolisian tak terindahkan.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) bersama Koalisi Aktivis Makassar (KAM) berunjuk rasa menyikapi dugaan maraknya Pungutan Liar (Pungli) di Kantor Samsat Makassar.

Menurut mahasiswa, pungutan dan aliran dana pungli tersebut tidak hanya terjadi di kantor Samsat, namun juga terjadi di pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (Bpkb) yang dibuktikan dengan banyaknya laporan atau pengaduan yang kemudian sampai ke mahasiswa.

“Aliran dana dugaan Pungli itu mengalir kemana, kalau benar, jelas tindakan tersebut sudah menyalahi aturan yang telah ditetapkan dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” teriak Adi Kansas selaku koordinator aksi.

IMG20190510143536

Demonstran juga menyebut kekecewaannya terhadap penempatan pejabat baru Kasi Stnk di Samsat Makassar yang tidak mempunyai latar belakang Lalulintas. Penempatan pejabat baru tersebut dinilai terkesan dipaksakan atau diduga tidak sesuai dengan mekanisme dalam rotasi jabatan.

“Penempatan pejabat baru terkesan dipaksakan, karena dia (Kasi Stnk) tidak berlatar belakang Lalulintas. Namun apapun itu kami menaruh harapan semoga bisa membongkar dugaan Pungli yang ada di Samsat Makassar,” kata Ansar Makkasau selaku Jenderal lapangan aksi.

Ansar Makkasau juga menyampaikan, pihaknya akan meminta kepada pihak DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk memanggil pihak terkait dalam hal ini Dispenda, Jasa Raharja serta Dirlantas Polda Sulsel agar secepatnya melakukan hearing terkait dugaan pungutan liar pada pelayanan STNK, SIM dan BPKB.

“Dalam waktu dekat kita akan meminta kepada DPRD Sulsel agar segera melakukan hearing terkait dugaan Pungli tersebut,” jelas Ansar.

Pantauan dilapangan, mahasiswa membubarkan diri setelah meminta kepada petinggi Samsat Makassar untuk agar mau menemui mereka dan penyampaikan pertanyaan terkait dugaan Pungli namun tidak satu pun petinggi Samsat Makassar menemui demonstran.

 

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Andi Afdal