SCW Desak Kejaksaan Eksekusi Terpidana Korupsi Kredit Fiktif BPD Palopo Irianwati

LIPUTAN8.COM — Aktivis lembaga Soelawesi Corruption Watch (SCW) Sulsel mendesak pihak Kejaksaan Negeri Palopo, Sulsel, untuk segera mengeksekusi terpidana Irianwati (52) kasus kredit fiktif di Bank Sulselbar (BPD) Cabang Palopo.

Terpidana Irianwari dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) berdasarkan putusan nomor 1846 K/Pid.Sus/2016.

Berdasarkan putusan majelis hakim Mahkamah Agung, Irianwati binti Muh Taebe Jen dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Majelis hakim juga membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Makassar Nomor 07/Pid.Sus.TPK/2015/PN.Mks tertanggal 15 Desember 2015 yang memberikan vonis bebas pada Irianwati.

Selain dijatuhi hukuman badan berupa penjara selama 7 tahun, Irianwati juga dikenakan denda sebesar Rp200 juta dan uang pengganti kerugian negara senilai Rp550 juta subsider satu tahun penjara.

Untuk itu, Koordinator Investigasi SCW Sulsel, Abd Rahman meminta Kejari Palopo agar segera mengeksekusi putusan MA tersebut.

“Iya harusnya sudah dieksekusi. Kan sudah turun putusan MA-nya, bahkan sejak 2016. Ada apa sampai saat ini belum juga di eksekusi?,” kata Abd Rahman.

Diketahui, dalam kasus ini, selain mantan Walikota Palopo Tendriadjeng. Jaksa juga menyeret mantan Kepala Cabang Bank Sulselbar Palopo Syaifullah Ali Imran, dan pengusaha Irianwati.

Dimana duduk perkara dalam kasus ini, mencatat bahwa pihak Bank Sulselbar memberikan kredit kepada 22 nasabah yang sumber dananya dari Surat Utang Pemerintah sebesar Rp 5,3 miliar

Tenriadjeng selaku Walikota Palopo, diduga memanfaatkan jabatannya mengurus kredit tersebut. Dimana pencairannya tak sesuai prosedur. (**)