Kasusnya Dilimpah ke Polda Sulsel, Aty Kodong : Pak Kapolda, Tolong Diusut Tuntas

LIPUTAN8.COM, Makassar, – Kasus Nur Aty alias Aty Kodong (31) yang melaporkan mantan kekasihnya saat ini masih terus bergulir. Kasus laporan disiplin terhadap Bharatu Suardi anggota Brimob Polda Sulsel yang sebelumnya ditangani oleh Makosat Brimob ke Bidpropam Polda Sulsel.

“Kasusnya sekarang telah dilimpah ke Bidpropam Polda Sulsel, jadi bukan lagi penyidik Makosat Brimob yang tangani,” kata Jamaluddin, kuasa hukum Aty Kodong saat menggelar konferensi pers di Cafe Gigi, Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Jumat (5/4/2019) sore.

Jamaluddin menjelaskan, kasus kliennya yang sebelumnya dilaporkan atas dugaan pelanggaran disiplin meningkat menjadi pelanggaran kode etik setelah dilaksanakannya gelar perkara oleh Bidpropam Polda Sulsel pada tanggal 13 Maret 2019 lalu.

Namun peningkatan status tersebut kata Jamaluddin, pihaknya merasa sedikit kecewa lantaran penyidik di Propam Polda Sulsel belum juga menindak lanjuti kasus tersebut karena berkas dari Makosat belum diterima. Sementara informasi dari Makosat pihaknya belum menerima nota dinas atas hasil gelar perkara.

“Kita bingung juga karena sepertinya ada mis komunikasi antara Makosat dengan Propam Polda Sulsel. Semoga kita bikin janji dengan penyidik Propam, namun tiba-tiba saya ditelpon dan menyampaikan bilang tidak bisa, karena berkasnya masih di Makosat,” ujar Jamaluddin.

Atas kondisi itu, Jamaluddin kemudian meminta kepada Propam Polda Sulsel agar profesional dan bisa menuntaskan kasus yang melibatkan oknum anggota Brimob tersebut.

“Kami berharap, Propam Polda Sulsel supaya kasus ini diproses cepat dan disidangkan, karena klien saya (Aty Kodong) butuh kepastian hukum dan juga untuk citra polri khususnya Brimob Polda Sulsel, karena ini terlapornya anggota Brimob,” jelasnya.

Selain itu, Jamaluddin juga mengungkapkan bahwa pada tanggal 4 April 2019 kemarin, dirinya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Makosat Brimob Polda Sulsel yang menyatakan bahwa berkas perkara Bharatu Suardi sudah dikirim ke Bidpropam Polda Sulsel.

Sementara itu, Aty Kodong juga mengungkapkan jika dirinya tidak akan mencabut laporannya atau berdamai walaupun pihak terlapor mau mengembalikan kerugian materialnya.

Hal itu diungkapkannya karena selama ini pihak terlapor tidak juga menunjukkan itikad baiknya untuk bertanggung jawab dan menikahi dirinya seperti yang pernah dijanjikan oleh terlapor.

“Untuk damai atau cabut laporan sepertinya tidak. Kami juga sudah beberapa kali melakukan mediasi secara kekeluargaan namun hasilnya juga tidak ada,”kata Aty Kodong.

Semenjak pelaporannya diproses, Aty untuk saat ini sudah merasa lebih lega.
Kepada pihak kepolisian kata Aty, dirinya berharap agar kasus yang mendudukkan dirinya sebagai korban agar ditindak lanjuti hingga tuntas sehingga tidak ada lagi korban berikutnya.

Meski begitu, ia masih menaruh harapan agar kasus ini diusut hingga tuntas. Ia meminta Kapolda Sulsel untuk melihat kasusnya dan memberikan keadilan bagi dia.

“Saya pribadi bersama pengacara saya, memohon kepada bapak Kapolda Sulsel untuk bisa memberi keadilan dan diproses lebih cepat, jadi saya memohon dengan sangat,” pungkas Aty Kodong.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Rafa