Kawal Demo Mahasiswa, Anggota Polisi Jadi Korban, Pergelangan Tangannya Terbakar

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Aksi demo mahasiswa yang berujung bentrok dengan polisi di depan Kantor Direktorat Lalulintas Polda Sulsel, Kamis (14/3/2019) membuat salah satu anggota polisi harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

Dia adalah Kanit Sabhara Polsek Panakkukang, Iptu Abdul Muis. Anggota Polsek Panakkukang tersebut mengalami luka bakar pada bagian tangan sebelah kiri saat menghalangi pengunjuk rasa membakar ban bekas.

Terkait insiden tersebut, Kapolsek Panakukkang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan bahwa pihaknya memberikan sepenuhnya kepada korban. Karena secara pribadi merugikan korban karena mengalami luka bakar.

“Bagaimana korban saja. Yang jelas secara pribadi merugikan yang bersangkutan karena mengalami luka bakar. Kalau beliau melapor, kami tindak lanjuti selaku pimpinan,” tegas Ananda, Kamis (14/3/2019) sore.

Meski demikian, Ananda menyebutkam bahwa ia memberikan sepenuhnya kepada korban. Apakah kasus ini akan diproses secara hukum atau tidak. Karena, pak Muis selaku petugas dilapangan kerap menjadi korban kebringasan mahasiswa saat berunjuk rasa.

“Jika tidak ,itu haknya beliau. Karena selalu korban,” pungkasnya.

Ananda selaku pimpinan juga telah membawa dan mengunjungi Iptu Abdul Muis di Rumah Sakit Bhayangkara yang sedang dalam perawatan medis.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahaiswa Peduli Lalu Lintas Berkeadilan menggelar demo di depan Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Aksi mahasiswa yang dikomandoi oleh Akbar Haruna yang tergabung dalam beberapa lembaga menyoroti semakin dugaan masih maraknya praktek diskriminasi pelayan dan Pungutan Liar (Pungli) khususnya pada penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti pada Satlantas Polres Gowa.

Tidak hanya itu, praktek pungli yang tak berdasar yang terjadi di beberapa Samsat di Sulawesi Selatan, seperti penjualan plat kendaraan yang tidak sesuai speck Korlantas secara bebas dan biaya balik nama kendaraan bermotor.

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, Akbp Ferdiansyah mengungkapkan bahwa pihak Ditlantas Polda Sulsel hingga saat ini belum menerima laporan dari masyarakat tentang berbagai hal yang disarankan mahasiswa dalam unjuk rasa.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan atau pengaduan terkait hal yang disampaikan mahasiswa,” kata Ferdiansyah saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Kamis (14/3/2019) malam.

Selain itu, Ferdi sapaan akrab Kasubdit Regident juga menyampaikan bahwa jika ada masyarakat atau pihak yang dirugikan bisa melaporkan kepada pihak kami.

“Tentunya kami terbuka menerima masukan dari berbagai pihak, terhadap komplein di bidang pelayan dan akan kami evaluasi agar kami mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkas Akbp Ferdiansyah.

 
Penulis : Tejho
Editor    : Rafa