Demo Mahasiswa di Ditlantas Polda Sulsel Ricuh, Satu Polisi Terluka

LIPUTAN8.COM, Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahaiswa Peduli Lalu Lintas Berkeadilan bentrok dengan polisi di depan Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar Kamis (14/3/2019) siang.

Pantauan dilapangan, kericuhan tersebut terjadi saat mahasiswa melakukan unjuk rasa. Polisi yang mengawal jalannya demonstrasi mahasiswa berusaha memadamkan ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa.

Karena tidak terima, mahasiswa coba menghalau polisi, aksi dorong pun tak terindahkan. Beberapa mahasiswa terlihat diseret dan dipukul oleh anggota polisi. Tidak hanya itu, dalam insiden tersebut Kanit Sabhara Polsek Panakkukang, Iptu  Abdul Muis mengalami luka bakar pada bagian lengan tangan kiri saat akan memadamkan api yang saat bersamaan mahasiswa menyiramkan bensin ke ban bekas. Akibatnya anggota tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Ada anggota yang mengalami luka bakar  dibagian lengan saat menghalau mahasiswa melakukan pembakaran ban,” kata salah seorang petugas diselah aksi demo.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam beberapa lembaga menyoroti semakin maraknya praktek diskriminasi pelayan dan Pungutan Liar (Pungli) khususnya pada penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti pada Satlantas Polres Gowa.

Tidak hanya itu, praktek pungli yang tak berdasar yang terjadi di beberapa Samsat di Sulawesi Selatan, seperti penjualan plat kendaraan yang tidak sesuai speck Korlantas secara bebas dan biaya balik nama kendaraan bermotor.

IMG20190314142133

Akbar Haruna jenderal lapangan meminta kepada Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi kinerja Ditlantas Polda Sulsel dan jajarannya. Oknum-oknum yang terbukti melakukan praktek KKN untuk segera dievaluasi dan dicopot demi menciptakan polisi dan masyarakat yang milineal tanpa praktik pungli dan diskriminasi pelayanan.

“Kami minta Kapolda Sulsel evaluasi kinerja Ditlantas Polda Sulsel dan jajarannya,” teriak Akbar Haruna menggunakan megaphone.

Selain itu, mahasiswa mendesak Kapolda Sulsel untuk mencopot Kasubdit Regident yang tidak mampu melakukan pengawasan dan pembinaan sehingga praktek pungli masih ada

Tidak hanya itu, Kasi Sim juga dianggap tidak mampu membina jajarannya khususnya Kasat Lantas Gowa yang sangat terbuka melakukan pungutan tak berdasar pada pengurusan Sim.

“Copot Kasi Sim, Gakkum, Bpkb dan Stnk karena tidak profesional dalam menjalankan tugas,” kata Akbar Haruna.

Sementara itu, Direktur Lalulintas Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Wijayanto yang dikomfirmasi via telepon selulernya belum memberikan jawaban terkait aksi demo mahasiswa yang menyebut masih adanya praktek pungli dan diskriminasi pelayan di jajaran Direktorat Polda Sulsel.

Pasca bentrokan, mahasiswa dengan polisi, puluhan mahasiswa membubarkan diri sambil berteriak akan menggelar unjuk rasa yang lebih besar lagi.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Aura