Begini Cara Kecamatan Biringkanaya Penuhi Target Rertibusi Sampah Rp2,5 Miliar

LIPUTAN8.COM — Tahun ini, retribusi sampah pemerintah kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, ditarget Rp2,5 miliar, dari sebelumnya Rp580 juta per tahun.

Tentu dengan target sebesar itu, pengelola kebersihan kecamatan Biringkanaya harus ‘memutar otak’ agar target tersebut bisa tercapai.

Untuk mensiasati itu, ada beberapa cara yang dilakukan pengelola kebersihan di Biringkanaya. Salah satunya dengan merubah sistem penagihan retribusi sampah. Dan mengatur dengan baik sistem pengangkutan/penjemputan sampah di masyarakat.

Sekcam Biringkanaya, Andi Rina Pallawagau mengatakan, tahun ini target PAD dari retribusi sampah di kecamatan Biringkanaya sebesar Rp2,5 miliar, dari tahun sebelumnya Rp850 juta per tahun.

“Besar sekali memang. Bayangkan dari Rp580 juta naik menjadi Rp2,5 miliar. Tapi dilihat dari data potensi yang ada, target itu kita bisa penuhi. Yang penting sistem penagihan harus di rubah,” kata Andi Rina mantan Lurah Pisang Selatan ini.

Ia menilai, penagihan retribusi sampah yang dilakukan sopir Fukuda dan sopir Tangkasa selama ini tidak efektif. Karena tidak jelas jumlah setoran yang mereka masukkan.

Belum lagi sistem penjemputan sampah yang masih kacau, sehingga perlu memang dilakukan perbaikan. “Bayangkan kalau ada satu mobil Tongkang, yang melayani sampai lima kelurahan. Mereka mengambil jemputan sampah semau maunya. Itu tidak efektif. Makanya kita rubah itu, sekarang semua mobil sampah harus stay dan beroperasi di wilayah kelurahan masing-masing. Tidak bisa lagi lintas wilayah,” ketus Andi Rina.

Begitupula dengan penagihan retribusi sampah, lanjut dia, sekarang sudah diambil oleh Lurah masing-masing dengan menunjuk satu orang kolektor-nya. Tidak bisami sekarang sopir yang turun menagih,” tegasnya.

“Jadi sekarang Lurah yang bertanggungjawab soal penagihan retribusi sampah. Nanti lurah yang tunjuk satu orang kolektornya turun nenagih. Ini supaya target kelurahan juga bisa dimaksimalkan,” pungkasnya. (fik)