Cyber Crime Polda Sulsel, Bongkar Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) bekerja sama dengan Cyber Crime Mabes Polri berhasil membongkar dan menangkap sindikat penipuan online jaringan Internasional.

Adalah, Hanny Armita (36) diamankan di salah satu Apatermen di Jakarta, 19 Desember 2018 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, pelaku berhasil diamankan setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang berada di Jakarta.

“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil kita amankan di Jakarta dan penangkapan pelaku di back up Cyber Crime Mabes Polri,” kata Dicky Sondani saat press release di Aula Ditreskrimsus Polda Sulsel, Jumat (4/12/2019) siang.

Dicky menjelaskan bahwa pengungkapan kasus penipuan online jaringan internasional tersebut terungkap saat salah seorang korban, Marthinus Musu melaporkan tindak pidana penipuan ke Mapolda Sulsel. Sehingga polisi langsung melakukan penyelidikan.

Dicky juga menjelaskan, awalnya korban diinvite di media sosial, Facebook yang mengaku bernama Ernest B Johson alias Chiko, warga negara Nigeria kemudian terduga pelaku dan korban berkenalan dan akrab.

Berselang beberapa minggu kata Dicky, terduga pelaku kemudian menyampaikan jika ingin menginvestasi sejumlah uang kepada korban sebanyak 1,2 USD atau sekitar 2 miliar, dimana pelaku penyampaian bahwa uang tersebut akan dikirim ke alamat korban.

Beberapa hari kemudian korban kemudian dihubungi oleh orang yang berbeda-beda dan masing-masing Tuti Haryani, Maria dan Jenieva Putri Angreni yang mengaku anggota dari WNA Nigeria tersebut untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai uang pajak dan administrasi.

“Saat itulah korban mengirimkan uang beberapa kali ke rekening yang berbeda yang totalnya mencapai Rp640 juta,” jelas Dicky Sondani.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 11 unit Hp berbagi merek, 1 unit Laptop, uang tunai sebesar Rp20 juta, 16 buku tabungan, empat lembar uang Dollar, dua lembar kartu Atm dan beberapa barang bukti lainnya.

“Untuk pelaku Ernest B Johson alias Chiko WNA Nigeria saat ini masih dalam pengejaran anggota, statusnya juga sudah masuk DPO,” urai Dicky Sondani.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Aura