Tilang Elektronik Resmi Berlaku, Ini Ruas Jalan yang di Pantau

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Direktorat Lalulilantas (Ditlantas) Polda Sulsel, mulai memberlakukan penindakan pelanggaran lalu lintas dengan bukti Elektronik/CCTV (e-TLE Elektronik Traffic Law Enforcement). Pemberlakuan tilang camera CCTV itu, setelah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Umar Septono didampingi Walikota Makassar, Moh Ramdham Pamato, resmi melauncing E-TLE di Mapolrestabes Makassar, Rabu (26/12/18).

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono mengaku sangat mengapresiasi adanya tilang camera CCTV tersebut. Diakuinya, dengan adanya sarana tersebut mampu menekan pelanggaran Lalulintas.

“Dengan camera CCTV ini, diharapkan mampu menekan pelanggaran Lalulintas, ” kata Umar Septono usai melauncing e-TLE tersebut.

Untuk diketahui, ruas jalan yang terpantau Camera CCTV tilang tersebut adalah simpang lima bandara, simpan empat Daya, Telkomas, bawah Fly Over, atas Fly Over, Jalan Lanto Dg Pasewang-Ratulangi, Rujab Gubernur Jl Sudirman. Kemudian, Jalan Sudirman- Kartini, Jalan H. Bau -Ratulangi, Abd Dg Sirua- SMA 5, Jalan Kerung- Kerung – Jalan Veteran.

Kemudian Jalan Masjid Raya – Jalan Bandang, Jalan Andalas – Jalan Tentara Pelajar, Jalan H Bau – Jalan Penghibur dan Jalan Bawakaraeng- Jalan Latimojong.

Termasuk juga di Jalan Bawakaraeng – Jalan Veteran, Latimojong- Sungai Saddang, Jalan Tentara Pelajar – Wahidin, Jalan Toddopuli – Anggrek, depan Polrestabes Makassar, Teras Balaikota, Roof Top Hotel Sahid Jalan Ratulangi, Jalan Adyaksa – Pengayoman dan Monumen Mandala.

IMG-20181226-WA0056

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Wijayanto mengatakan bahwa penindakan dengan Tilang Kamera ini karena keterbatasan jumlah petugas (Polantas) dilapangan serta perkembangan tekhnologi saat ini sehingga harus dimaksimalkan, dengan salah satunya melalui penegakan hukum lalu lintas.

“Dengan memperhatikan statistik angka pelanggaran lalu lintas di Kota Makassar dan keterbatasan anggota di lapangan, sehingga peran teknologi harus lebih jauh terlibat salah satunya melalui penegakan hukum lalu lintas dengan elektronik (rekaman eletronik/kamera),” kata Agus Wijayanto.

Program ini juga dilakukan, kata dia, karena berdasarkan studi dan penelitian telah membuktikan penegakan hukum lalu lintas dengan elektronik (electronic traffic law enforcement) mampu menekan secara signifikan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalulintas serta membangkitkan sektor-sektor pembangunan lainnya.

“Pengendara yang melanggar dan terekam kamera akan dilakukan penilangan dengan terlebih dahulu rekamannya di capture petugas jaga. Dan apabila tidak menebus tilang tersebut, petugas akan memblokir STNK kendaraan pelanggar dan mengirimkan informasi pemblokiran disertai dengan bukti pelanggaran dan kode BRIVA untuk pembayaran denda dan blokir akan dibuka setelah membayar,” tambahnya lagi.

Adapun penindakan dengan elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) ini, diprioritaskan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm, boncengan lebih dari satu, pelanggaran traffic light, pelanggaran rambu lalu lintas dan pelanggaran marka jalan.

“Harapannya dengan tilang kamera ini, Ketidaktertiban lalulintas dan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas dapat di minimalisir” harapnya.

 

 

Penulis : Tejho
Editor : Aura