Tak Terima Ditegur, Buruh Bangunan di Makassar Tikam Pemilik Kontrakan

LIPUTAN8.COM, Makassar – Syamsuddin alis Ateng (36) diringkus pihak kepolisian atas tindak pidana penganiayaan berat (Anirat) di Jalan Andi Tonro VI, Kelurahan Pa, baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Pemuda yang dipenuhi dengan “Lukisan” di badannya diduga melakukan penganiyaan dengan menikam korban yang tak lain adalah pemilik rumah kontrakan yang ditempatinya yang diketahui bernama Aco.

Seorang buruh bangunan, Syamsuddin alias Ateng (36), diringkus pihak kepolisian karena melakukan penganiayaan berat (anirat) di Jalan Andi Tonro VI, Kelurahan Pa ‘ Baeng Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihinpun, peristiwa itu berawal, saat pelaku
yang juga seorang buruh bangunan pulang ke kosnya dengan kondisi dibawa pengaruh minuman keras (mabuk) dan kemudian bertengkar atau cek cok dengan istrinya. Karena mengganggu penghuni kos lainnya, sehingga korban langsung menegur pelaku dan memintanya untuk meninggalkan kos.

Akibatnya, pelaku pun merasa tersinggung dan kembali mengajak korban untuk berkelahi. Perkelahian itupun terjadi dan pada akhirnya korban mengalami luka tikaman pada bagian dada.

“Mereka sempat berkelahi dan pada akhirnya korban ditikam pada bagian dada sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar,” kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Fellei, Rabu (7/11/2018) sore tadi.

Beruntung, pada saat kejadian, salah seorang anggota Polrestabes Makassar berada di dekat lokasi sehingga langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka lalu membawanya ke Mapolsek Tamalate untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tamalate untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” singkat Diaritz.

 

 

Penulis : Tejho
Editor : Aura