Dg.Ampu Ditemukan Tewas di Ruang Isolasi Lapas Klas 1A Makassar

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Akbar Daeng Ampu (32) pria yang sekucur badannya dipenuhi tato adalah otak pembakaran rumah di Jalan Tinumbu, Kota Makassar beberapa bulan yang lalu ditemukan tak bernyawa di ruang isolasi, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1A Makassar, di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. Terpidana tersebut dalam aksi pembakaran rumah yang kemudian menewaskan satu keluarga.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1A Makassar, Budi Sarwono saat dikonfirmasi membenarkan perihal hal tersebut. Ia mengatakan bahwa Akbar alias Dg Ampu meninggal dunia.

“Iya betul. Dg Ampu meninggal dunia di ruang isolasi,” katanya.

Dia menerangkan bahwa Dg Ampu di tempatkan di ruang isolasi karena atas perbuatannya sendiri yang telah melakukan pelanggaran selama menjadi warga binaan Lapas Klas IA Makassar.

“Ditempatkan di ruang isolasi karena pelanggaran yang dilakukannya sendiri,” singkat Budi Sarwono.

Pasca kejadian tersebut pihak keluarga Dg Ampu telah berada di Lapas Makassar. Sementara pihak kepolisian bersama Biddokkes Polda Sulsel juga sementara melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Akbar Dg Ampu diketahui sebagai otak pembakaran satu keluarga di Tinumbu hanya karena persoalan utang piutang dengan salah satu korban bernama Fahri sebesar Rp10 juta. Ia memerintahkan dua genk narkoba untuk menganiaya dan membakar rumah tersebut.

Daeng Ampu dikenal sebagai bandit kelas kakap. Pria “manusia bertato” ini dalam catatan kepolisian telah beberapa kali melakukan berbagai macam kejahatan, mulai pembegalan, kasus narkoba hingga pembunuhan.

 

 
Penulis : Tejho
Editor    : Aura