Kasihan..,Bocah Korban Pencabulan Ternyata Tidak Terdaftar di Posko Pengungsian

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Bocah perempuan yang menjadi korban pencabulan Selasa (16/10/201) kemarin, di sekitar Perumahan Bumi Permata Sudiang (BPS), Kelurahan Sudian, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar diketahui adalah tidak terdaftar dalam data pengungsi yang ada di Asrama Haji Makassar.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Sub Bagian Humas (Kasubag) Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle.

“Benar kalau korban ini adalah pengungsi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.Namun korban ini tidak tinggal di asrama pengungsian yang telah disiapkan Oleh pemerintah,” kata Diaritz kepada awak media di Mapolrestabes Makassar, Rabu (14/10/2018) siang tadi.

Diaitz menjelaskan, korban H (7) adalah pengungsi asal kota Palu, Sulawesi Tengah. Korban mengungsi ke Makassar dan tinggal di rumah keluarganya yang tidak jauh dari Asrama Haji Sudiang, lokasi pengungsian resmi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Korban adalah pengungsi asal Palu, dia ke Makassar bersama kedua orang tuanya. Namun korban ini dititip di keluarga tidak di asrama pengungsian,” jelas Diaritz Felle.

Senada, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ilham Gazaling mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dan koordinasi korban (H) benar adalah pengungsi atas korban bencana di Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah. Namun keberadaannya di Makassar, korban tersebut tinggal bersama keluarganya di Bumi Permata Sudiang (BPS).

“Benar, korban ini adalah pengungsi, namun perlu kami luruskan korban tersebut tidak tinggal di Asrama dan tidak masuk dalam daftar pengungsi, posko yang telah disiapkan pemerintah, ” kata Andi Ilham Gazaling kepada Liputan8.com, Rabu (17/10/2018) sesaat lalu.

Lebih lanjut Andi Ilham Gazaling mejelaskan bahwa pengungsi yang masuk ke Makassar, Sulawesi Selatan dari tanggal 28 September 2018 hingga saat ini sebanyak 3.416 orang dari berbagai kabupaten kota. Dari jumlah tersebut, korban yang masih tinggal dipengungsian saar ini adalah sebanyak 614 orang dan selebihnya telah dipulangkan oleh Angkatan Udara (AU) ke Surabaya dan Palu serta Provinsi lain yang bekerja sama anatar AU dan Pelni.

“Atas kejadian tersebut kami ikut prihatin.Perlu diketahui jumlah keseluruhan pengungsi yang masuk adalah 3.416 orang dan saat ini tinggal 614 orang karena yang lainnya telah dipulangkan melalui falitas dari AU dan Pelni, ” jelas Andi Ilham Gazaling.
Penulis : Tejho
Editor : Andi Afdal