Penyidik Tipikor Polda Sulsel Tersangkakan Pejabat BPN Lutim, Ini Kasusnya

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Penyidk Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menetapkan Kepala Seksi Pengadaan Tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Luwu Timur, sebagai tersangka.

Andi Fahmi Amat, ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

“Penetapan tersangka terhadap FA adalah setelah penyidik Subdit III Tipikor melakukan di gelar perkara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu (10/10/2018) siang tadi.

Dicky menjelaskan, hasil gelar perkara, FA terbukti telah melakukan penguatan di luar ketentuan perundang-undangan dengan cara meminta pembayaran uang jasa pelepasan hak sebesar 1,5 persen atau senilai Rp. 47 juta lebih dari penerima ganti rugi .

“Hasil gelar perkara, FA ini meminta pembayaran uang jasa pelepasan hak sebesar 1,5 persen atau senilai Rp. 47 juta lebih, ” jelas Dicky.

Dicky menambahkan, dalam kasus ini pemerintah Kabupaten Luwu Timur rencananya akan membangun Masjid Islamic Center. Akan tetapi, dalam rangka pengadaan tanah, tersangka mengambil keuntungan kepada pemilik tanah dengan melakukan pemotongan dengan dalih merupakan aturan yang ada.

“Pelaku melakukan pemotongan dari penerima ganti rugi (masyarakat) dalam rangka pengadaan tanah untuk pembangunan Islamic Center Kabupaten Luwu Timur tahun anggaran 2018,” tambahnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, FA belum dilakukan pemanggilan sebagai tersangka bahkan belum dilakukan penahanan. Akan tetapi, dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan segera melakukan pemanggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka karena kasus ini diduga bukan hanya melibatkan satu orang.

“Secepatnya kita akan panggil dia (FA) dan mungkin Minggu depan. Karena tersangka saat ini masih berada di Luwu Timur,” pungkasnya.

 
Penulis : Tejho
Editor   : Rafa