Verifikasi Faktual Media, Sekretaris IWO Bali Kaget Didatangi Dewan Pers

LIPUTAN8.COM, DENPASAR – Meningkatkan kualitas media dan memelihara kemerdekaan pers dewan pers melakukan verifikasi faktual media online, kantor redaksi balipuspanews.com di sambangi Dewan Pers.

Kantor yang terletak di Jalan Tukad Yeh Aya Gang 2 No 1 B, Banjar Sasih, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, Bali, Kamis (4/10/2018) siang itu, membuat bahagia sekaligus kaget bagi Sekretaris Ikatan Wartawan Online Propinsi Bali I Putu Artayasa.

Betapa tidak, saat hendak menuju kantor redaksi, dirinya yang tengah berada di luar, secara tiba-tiba di hubungi, jika salah satu komisioner Dewan Pers hendak menuju kantor redaksinya.

Setibanya di kantor redaksi, terjalin komunikasi antara Artayasa selaku pimpinan redaksi media tersebut. Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat & Penegakan Etika Pers, Jimmy Silalahi saat diterima mengatakan kedatangan ke media di Bali salah satunya ke kantor redaksi Balipuspanews untuk melihat langsung dapur redaksi, sebagai bagian verifikasi media.

“Verifikasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas media dan memelihara kemerdekaan pers,” kata Jimmy kepada Artayasa.

Didampingi Kepala Bagian Pengembangan Pers dan Hubungan antar Lembaga Dewan Pers Deritawati, Jimmy menambahkan verifikasi ini dilakukan berdasarkan atas Piagam Palembang pada tanggal 10 Februari 2010 di Palembang.

Kala itu, menurut Jimmy 15 perusahaan Nasional (mengingatkan diri) untuk meratifikasi media dalam melaksanakan Peraturan Dewan Pers tentang kode etik jurnalistik, standar perusahaan pers, standar perlindungan wartawan, standar kompetensi wartawan maka sangatlah penting dilakukan verifikasi faktual.

“Posisi dewan pers ini saat ini untuk membina perusahaan pers termasuk wartawannya sehingga dalam menjalankan tugasnya tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan,” ujar dia.

Terkait, bisnis media di bidang pers yang kian menjamur, Jimmy mengibaratkan laksana sebuah restoran. Kalau olahan masakan yang disajikan oleh restoran itu diidentikkan dengan dapur redaksi.

“Kalau olahannya baik dan bagus, masakannya akan bagus pula dan peminatnya akan banyak,” katanya.

Begitu pula dengan media, kalau olahan dapur redaksi bagus akan diminati oleh publik.

“Kalau beritanya abal -abal tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, walaupun sudah terverifikasi perusahaannya ya tetap dinyatakan beritanya abal -abal, untuk itu sangatlah penting mempublikasikan berita yang sesuai dengan standar kode etik jurnalistik,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Bagian Pengembangan Pers dan Hubungan antar Lembaga Dewan Pers, Deritawati mengatakan secara umum verifikasi faktual sangat mempengaruhi perkembangan bisnis pers.

Selama ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tetap melakukan koordinasi dengan Dewan Pers, supaya tidak menyalahi aturan yang ditetapkan BPK tetap menjadikan rujukan Dewan Pers utamanya dalam hal kerjasama lembaga dengan media.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi balipuspanews.com, I Putu Artayasa menyambut baik kedatangan Dewan Pers ke kantor redaksinya, meski ruangan redaksi tak begitu luas dan berada di tengah perkampungan Kota Denpasar.

Artayasa yang juga Sekretris Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali ini tetap berharap dengan verifikasi faktual ini iklim persaingan bisnis media akan semakin sehat dan bermartabat.

“Diharapkan verifikasi media sebuah langkah baik untuk menuju media yang baik dan wartawan yang profesional. Semoga ini sebagai penyemangat teman-teman IWO ditanah air,” tandas dia. (red)