Investigasi Fasum Fasos Manggala Dimulai, Kejari Makassar Gandeng Tim Aset Pemkot

ghhh

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Pihak Kejaksan Negeri bersama tim Aset Pemkot Makassar melakukan investigasi lokasi fasum fasos di Kompleks Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, jum’at (28/9/18).

Investigasi lokasi sejumlah fasum fasos di Kecamatan Manggala dari Pihak Kejari Makassar dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Andi Helmi Adam.

Kemudian untuk satuan tim Aset Pemkot Makassar dipimpin oleh Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibarahim . Turut hadir dalam peninjauan tersebut, yakni Kepala PT. Perum Perumnas Unit Antang, Ibrahim Tola, tim verifikasi dan identifikasi PSU dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP – KP), Kabag Pemerintahan Kota Makassar, Kabid Pengamanan Aset Dinas Pertanahan, Pihak BPN Kota Makassar, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), Camat Manggala dan Lurah Manggala.

IMG-20180928-WA0026Sebelum tim terpadu menyisir titik fasum fasos yang ada di Perum Perumnas Antang, tim terpadu Penyelamat aset, terlebih dahulu menggelar rapat bersama pihak PT. Perum Perumnas Cabang Antang di Ruang Rapat Perum Perumnas Antang.

Adapun titik fasum fasos yang menjadi spot peninjauan kali ini dari tim terpadu penyelamat aset, yakni lahan fasum fasos yang terletak di Jalan Bitowa Blok III dan lahan fasum fasos yang terletak di jalam Manggala 1 Blok VII Kompleks Perumnas Antang, Kel. Manggala Kec. Manggala.

Dari dua titik fasum fasos tersebut, ditemukan sejumlah fakta adanya perubahan peruntukan, seperti di lahan fasum fasos yang terletaj di Jalan Bitowa Blok III Perumnas Antang, yakni berdirinya bangunan permanen milik pribadi. Kemudian untuk lahan fasum fasos yang terletak di Jalan Manggala I Blok VII Perumnas Antang, temuannya yakni, adanya upaya penyerobotan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

IMG-20180928-WA0025Menurut Kepala Inspektorat, Zainal Ibrahim, peninjauan kali ini sebagai bentuk tindak lanjut dari agenda sebelumnya, selain itu kata Zainal Ibrahim, langkah hari ini adalah sebagai tindak lanjut dari fakta atau hasil audit yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Tim terpadu penyelamat Aset.

“Kita masuk pada tahap verifikasi data administrasi dan fisik, terkait dugaan – dugaan alihfungsi tersebut sementara bergulir di Kejaksaan Negeri, hari ini kita turun bersama dengan pihak Kejari Makassar untuk lebih mendalami lagi titik persoalannya, ” kata Zainal Ibrahim.

Sementara itu pihak Perum Perumnas melalui Kepala Unit Antang, Kepada Pihak Kejari saat dikonfirmasi terkait alas hak fasum fasos yang ada di Perumnas Antang , Ibrahim Tola menegaskan bahwa semua lahan yang ada di Perum Perumnas Antang adalah Hak Penggunaan Lahan (HPL).

“Jadi alas haknya adalah HPL, jadi tentu tidak bisa kemudian ada lagi alas hak pribadi diatasnya, kita mengacu kepada siteplan penyerahan awalnya, jadi semuanya HPL, ” kata Ibrahim Tola kepada Pihak Kejari Makassar, saat berada dilokasi fasun fasos, di Jalan Manggala 1 Blok VII Kel. Manggala Kec. Manggala, Jum’at pagi (28/9/18).

Senada dengan itu, Pihak Kejari Makassar mengatakan, dasar untuk mengungkap kasus dugaan alih fungsi fasum fasos ataupun adanya upaya oknum yang dengan sengaja ingin menyerobot fasum fasosnya, tetap akan mengacu kepada Siteplan awal yang diserahkan oleh Pihak Perum Perumnas.

“Kita tetap mengacu kepada siteplan awal, disitu kan jelas lokasi atau titiknya. Jika apa yang disampaikan tadi oleh pihak Perum Perumnas bahwa alas hak lahan tersebut adalah HPL, maka sudah tentu ada upaya penyerobotan jika nantinya benar ada alas hak lagi diatas HPL tersebut. Intinya jika itu HPL berarti tidak boleh lagi ada alas hak diatasnya, ” terang salah seorang staf Kasi Pidsus Intel Kejari Makassar. (**)