Dua Minggu Pencarian Keluarga, Amri Pratama Ternyata Ditahan di Polres Gowa

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Misteri keberadaan A Amri Pratama Syaputra (30) warga Jalan Abdullah Dg Sirua (Abdesir), Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, mulai terungkap. Amri sapaan akrab pria berusia 30 tahun adalah seorang Honorer kantor Camat Panakkukang tersebut dikabarkan berada di Polres Gowa.

Menurut Amir L (57), ayah Amri Pratama Syaputra bahwa kabar tersebut ia terima setelah tiga orang yang mengaku sebagai anggota polri mendatangi rumahnya pagi tadi. Dan ketiga orang tersebut mengaku bahwa Amri berada di Polres Gowa.

“Sekitar pukul 06.00 wita, pagi tadi, tiga orang nengaku dari Polres Gowa mengatakan bahwa Amri berada di Polres Gowa,” ucap Amir, Jumat (28/9/2018) pagi.

Amir juga menyebutkan bahwa kedatangan tiga orang mengaku polisi itu, dengan membawa surat perintah penangkapan dan penahanan yang tertanggal 14 dan 15 September 2018.

“Kami dikeluarga bersyukur karena keredaan Amri yang selama langsung bersujud karena suaminya telah ditemukan dan ditahan oleh Polres Gowa,” tambahnya.

Sebelumnya, A Amri Pratama dikabarkan hilang secara misterius sejak Jumat, 14 September 2018 lalu, pasca dijemput paksa oleh sekelompok orang bersenjata lengkap dan tidak memakai seragam.

Kehilangan Amri pasca sekelompok orang bersenjata lengkap tiba-tiba saja mendatangi rumahnya sekitar pukul 04.00 Wita. Waktu itu, sekelompok pria berjumlah enam orang dan hanya berpakaian biasa menggedor rumah lalu membawa Amri secara paksa yang hanya mengenakan sarung.

“Mereka mengaku dari kepolisian, lalu menodongkan pistol. Sebagian pakaian biasa,” ucap istri Amri, Asisah beberapa saat lalu.

Saat itu, kata Asisah, ia sempat berusaha untuk menyusul suaminya dengan maksud untuk berbicara baik-baik kepada orang mengaku anggota Polri itu. Akan tetapi, langsung diancam dengan menodongkan senjata api dan diminta agar tetap di dalam rumah.

“Saya tidak tahu suami saya dibawa ke mana dan pakai apa. Karena kami tidak bisa keluar hanya di dalam. Para pelaku juga membawa dua handphone, kamera, serta satu unit motor,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Asisah kemudian mencari tahu keberadaan suaminya di beberapa kantor Polisi. Karena tidak ada informasi yang dia dapatkan kemudian Asisah mendatangi Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Sulsel pada Rabu 26 September 2018 kemarin karena diduga sengaja diculik oleh seseorang yang tidak dikenalnya (OTK).

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Andi Afdal