Dijadwalkan Hadiri Deklarasi #2019 GantiPresiden, Ratusan Laskar Terlatih Kawal Neno Warisman di Makassar

LIPUTAN8.COM, Makassar – Neno Warisman,aktivis #2019 GantiPresiden dijadwalkan akan hadir di Makassar pada pelaksanaan Deklarasi 2019 GantiPresiden di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Ahad 12 Agustus 2018 mendatang.

Untuk mengantisipasi Neno Warisman diadang seperti kejadian di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu. Panitia Deklarasi #2019 GantiPresiden di Makassar telah menyiapkan ratusan laskar terlatih untuk melakukan pengawalan.

“Insya Allah kita dari internal panitia telah menyiapkan ratusan laskar terlatih untuk pengamanan nanti,” kata Ketua Panitia Deklarasi #2019 GantiPresiden Makassar sekaligus ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Mukhtar Daeng Lau, Rabu malam (8/8/2018).

Ustadz Muhtar Daeng Lau menambahkan, pengamanan itu akan dilakukan mulai saat Neno Warisman tiba Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Termasuk saat kegiatan Deklarasi 2019 Ganti Presiden hingga Neno Warisman meninggalkan Kota Makassar.

“Iya, pengaman kita lakukan mulai dari bandara ke lokasi deklarasi hingga pulangnya nanti,” tambah Mukhtar.

Ratusan laskar itu, lanjut Mukhtar, adalah perwakilan dari sekitar 43 ormas islam yang berada di Sulawesi Selatan. Setiap ormas islam mengutus sedikitnya 20 perwakilan laskarnya untuk masuk ke dalam divisi pengamanan kegiatan Deklarasi 2019 Ganti di Makassar.

“Makanya saya sebut ratusan, karena itu perwakilan dari seluruh ormas islam yang menyatakan diri siap bergabung dalam kegiatan ini. Setiap kelompok mengirim sekitar 20 orang laskarnya,” paparnya.

Tak hanya untuk menjamin keamanan Neno Warisman dan aktivis #2019GantiPresiden lainnya yang bakal hadir di Makassar nanti. Laskar terlatih itu juga akan ditugaskan untuk menjaga kondusifitas selama kegiatan berlangsung.

“Hasil rapat panitia begitu, laskar ini juga ditujukan untuk meminimalisir gesekan selama kegiatan berlangsung nanti,” jelas Mukhtar.

Mukhtar juga tak menampik bahwa pihaknya tetap akan membutuhkan bantuan pihak kepolisian untuk meminimalisir potensi terjadinya keributan. “Untuk menghindari gesekan, kami juga koordinasi dengan pihak keamanan, dalam hal ini pihak kepolisian, untuk membantu pengamanan setidaknya untuk meminimalisir potensi gesekan,” pungkas Mukhtar Daeng Lau.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) sejauh ini belum menerima penyampaian ijin tertulis dari panitia terkait rencana deklarasi #2019 GantiPresiden yang rencana akan digelar di Kota Makassar.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi tersebut meski di sejumlah media sosial rencana deklarasi tersebut telah beredar luas.

“kita belum terima laporan izinnya, walaupun di medsos ada tersebar,” ungkap Dicky, Rabu (7/8/2018) kemarin.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan pihaknya hanya menerima surat pemberitahuan kegiatan tanpa disertai syarat lainnya.

Irwan Anwar juga menyebutkan menyampaikan pendapat merupakan hal yang diatur dalam undang undang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kemerdekaan Menyampaikan pendapat diatur dalam UU tapi ada syarat-syaratnya. Antara lain, dilaksanakan diluar waktu libur misal hari nasional, minggu dll. Juga harus ada ijin dari pemilik lokasi,” ungkap Irwan.

 
Penulis : Tejho
Editor : Andi Afdal