Abaikan Panggilan Penyidik, Ketua KSP Agung Lestari Ditahan

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Setelah sering atau beberapa kali, tak mengindahkan panggilan penyidik atau mangkir. Ketua KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Agung Lestari, Rudianto, akhirnya di jemput paksa.

Oleh penyidik Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan Makassar, dengan pengamanan dari aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar. Dengan bersenjata lengkap.

Tersangka tertangkap oleh penyidik saat berada di dalam rumahnya, di BTN Pao Pao Sungguhminasa Gowa, sekitar pukul 09.00 wita.

Saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka, ia tak melakukan perlawanan samasekali. Tersangka hanya pasrah saat penyidik menggiringnya, ke atas mobil tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan Makassar, Andi Irfan, mengatakan. Penangkapan terhadap tersangka ini, lantaran karena tersangka seringkali mangkir dari panggilan penyidik.

“Sudah lebih tiga kali tersangka kita panggil, tapi selalu mangkir. Makanya yang bersangkutan kita jemput paksa,” kata Andi Irfan, Kamis (26/7).

Karena tersangka dinilai telah menghalang halangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) koperasi.

Jemput paksa yang dilakukan tersebut, karena tersangka sudah enam bulan tak pernah hadir untuk menjalani pemeriksaan, terhadap dirinya dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Tersangka akan kita periksa dalam tersangka. Setelah itu secepatnya perkara ini kita limpahkan ke pengadilan,” pungkasnya.

Akibat perbuatan tersangka dalam kasus ini kata Andi Irfan, negara mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar pada tahun 2013.

Tersangka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari, guna kepentingan penyidikan kasus tersebut.(**)