Yasonna Menyebut Napi Korupsi Rawan Menjadi Sasaran Pemerasan Bila Disatukan Dengan Napi Lain

Jakarta – Heboh sel mewah di Lapas Sukamiskin, muncul pendapat agar napi kasus korupsi disatukan saja dengan napi umum. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly menyatakan hal itu tak bisa dilakukan karena napi korupsi berisiko diperas oleh napi umum.

“Memang tidak mungkin kita menyatukan napi koruptor dengan napi umum. Itu sudah pasti,” kata Yasonna dalam acara ‘Mata Najwa’ yang dipandu Najwa Shihab, yang disiarkan langsung oleh Trans7, Rabu (25/7/2018).

Yasonna menyebut napi korupsi rawan menjadi sasaran pemerasan bila disatukan dengan napi lainnya. Kata dia, kondisi seperti ini pernah terjadi. Maka kini lapas khusus terpidana korupsi diselenggarakan.

“Karena beberapa waktu, itu digabung itu diperas,” kata Yasonna.

Soal kapasitas lapas, di luar napi korupsi, kondisinya memang memprihatinkan. Ada satu sel ukuran 7×15 meter persegi diisi 17 orang, itu masih tergolong normal untuk kondisi Indonesia.

“(Sel ukuran) 7×15 meter diisi 50-75 orang, itu gantian tidur. Di Lapas Banjarmasin satu ruangan 4×5 meter bisa sampai 50 orang di dalamnya. Itu napi umum,” kata Yasonna

Sumber: deitk.com