Rahman Pina Belum Penuhi Panggilan Polda Sulsel, Warga: Jangan Ngumpet dong

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Selain Wali Kota Makassar Ir Moh Ramdhan Danny Pomanto, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi.

“Ada 5 orang camat dan beberapa bendahara Kecamatan serta Kasubag Keuangan yang telah diperiksa sebagai saksi. Total saksi yang telah diperiksa sebanyak 24 orang,” ungkap Dicky, Kamis (21/6/2018).

Selain camat, lanjut Dicky, tim penyidik telah melayangkan surat panggilan sebagai saksi terhadap sejumlah anggota DPRD Makassar.

Legislator yang disebut telah memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi adalah Wahab Tahir. Sementara anggota dewan lainnya yang belum memenuhi panggilan penyidik adalah Rahman Pina. Keduanya adalah legislator dari Partai Golkar.

“Satu anggota dewan telah diperiksa sebagai saksi sementara yang satu belum bisa hadir dengan alasan sementara ada kesibukan. Itu baru panggilan pertama, yang lain juga akan dipanggil sebagai saksi,,” tambah Dicky.

Dicky menjelaskan, kasus dugaan pemberian fee tersebut diduga dalam setiap kegiatan camat ada dana 30 persen yang dipotong. Fee tersebut selanjutnya diserahkan ke BPKAD.

“Disetiap kegiatan camat ada anggaran sosialisasi yang dipotong 30 persen. Makanya diperiksa kasubag keuangan dan bendahara kecamatan,” tandasnya.

Sementara itu salah satu warga Kelurahan Capoa Deng Nyala, menyinggung ketidak hadiran anggota DPRD Makassar yang harus ikut menjadi saksi dalam kasus fee 30 persen.

“Rahman Pina juga harus hadir dan diperiksa dong, jangan pada ngumpet, pokoknya siapapun itu Polda harus tegas dan periksa semua yang terlibat dalam kasus fee 30 persen, bahkan wali Kota pun sudah koperatif hadir menjadi saksi, biar terungkap terang benderang siapa yang terlibat, ini semuakan uang dari rakyat, jadi rakyat berhak bersuara,” cetus Dg Nyala. (**)