Irjen Pol Gatot Eddy Pramono Pembicara FGD Anti Radikalisme dan Teroris di Sulsel

LIPUTAN8.COM, Makassar – Staf Ahli Mabes Polri Bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menjadi pembicara pada fokus grup diskusi Anti Radikalisme dan Terorisme yang diselenggarakan Polda Sulsel bersama Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan .

Kegiatan yang dihadiri mantan Wakapolda Sulsel ini diselenggarakan di ball room Macora, Hotel The Rinra di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (11/6/2018) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama.

Pantaun dilapangan, hadir dalam kegiatan adalah Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, Kabinda Sulsel, beberapa PJU Polda Suslel, Prof.Dr.KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, Syarif Hidayatullah dari PMII dan ratusan peserta dari kader PMII, GP Anshor, PMKRI serta beberapa pimpinan Pondok Pesantren di Kota Makassar.

Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam sambutannya mengungkapkan, radikalisme adalah akar dari pada terorisme yang melalui teori komunikasi sender (Perekrut) yang memberikan saluran konteks ideologi radikal kepada orang yang direkrut (receiver).

Gatot menambahkan, unsur pemahaman radikalisme diantaranya adalah perekrut, ideologi radikal, saluran, yang direkrut dan konteks atau situasi Poleksosbud yang kondusif untuk menyebarkan faham radikal.

Selain itu kata Gatot, strategi penanggulangan Radikalisme yakni memperkuat kerjasama pada tingkat internasional, regional dan nasional dengan menyamakan persepsi bahwa ISIS sebagai Center Of Grafiti The New Global Terrorist dgn melakukan Hard Approach (Deteksi, Penyidikan Ilmiah dan Penindakan semua Medan) serta melakukan soft Approach (Kontra Radikalisme, Deradikalisasi, Kontra Ideologi, menetralisir media, Netralisir Situasi kondusif berkembangnya Radikalisme).

“Untuk memperkuat strategi penanggulangan radikalisme adalah memperkuat kerjasama tingkat international, regional dan nasional, ” jelas mantan Wakapolda Sulsel yang saat ini menjabat Staf Ahli Mabes Polri Bidang Sosial Ekonomi.

Staf Ahli Mabes Polri Bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, menhadiri FGD Radikalisme dan Terorisme yang dilaksankan Polda Sulsel bersama PMII Sulawesi Selatan di The Rinra Hotel,Makassar,Senin (11/6/2018) . (Ist)
Staf Ahli Mabes Polri Bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, menhadiri FGD Radikalisme dan Terorisme yang dilaksankan Polda Sulsel bersama PMII Sulawesi Selatan di The Rinra Hotel,Makassar,Senin (11/6/2018) . (Ist).

Sementara, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PMII.

Dalam menjaga NKRI lanjut Umar Septono, dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, terutama dalam kegiatan pendidikan untuk menangkal radikalisme terorisme.

“Islam bukan teroris dan teroris bukan Islam. Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘Alamin,” jelas Umar Septono.

Sementara itu, Ahmad Sirajul Munir , Ketua PKC PMII Sulsel mengungkapkan diskusi diselenggarakan untuk membahas jaringan terorisme Surabaya yang ada di Sulawesi Selatan.

“Tujuan diskusi yakni bagaimana cara untuk menangkal perkembangan jaringan terorisme di Sulsel,” singkat Ahmad Sirajul Munir. (Bur)