Hargai Hak Interpelasi, Danny Siap Hadiri Panggilan DPRD Makassar

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan sangat menghargai rencana DPRD Makassar menggunakan hak interpelasi. Terkait kebijakan Wali Kota Danny menonaktifkan 10 Camat di Makassar.

“Cuman mesti lebih hati-hati. Karena interpelasi hanya untuk hal yang sifatnya strategis,” kata Danny di kediamannya di Jalan Amirullah, Senin 11 Juni 2018.

Danny mengatakan, pergantian camat bukan kali ini dilakukan sejak memimpin Makassar. “Kenapa baru sekarang diributkan,” katanya.

Danny tidak bilang interpelasi itu baik atau buruk. Hanya penggunaan hak ini dinilai belum tepat. Sebab dirinya tidak pernah mengkhianati rakyat.

“Ada hubungan apa camat-camat dengan Anggota Dewan. Kenapa akrab sekali sampai harus dibela mati-matian,” ungkapnya.

Dia mengatakan camat adalah aparatur sipil negara. Jika melakukan tindakan yang merugikan negara dan terbukti tidak netral dalam Pilkada, masuk pelanggaran berat.

“Kalau karena itu saya dipanggil DPRD, saya harus siap,” kata Danny.

Danny mengaku terpaksa mengambil sikap menonaktifkan para camat, karena tidak ada nomenklatur pemberhentian sementara. “Makanya saya angkat pelaksana tugas. Agar semua masalah krusial di Makassar cepat selesai. (**)