Delapan Pengedar Sabu Kembali Diringkus Satres Narkoba Polrestabes Makassar

LIPUTAN8.COM , Makassar – Delapan orang pelaku penyalagunaan narkoba kembali diringkus Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar di lokasi berbeda di Kota Makassar.

Pelaku pengedar yang berhasil diamankan adalah, Imran (38), Ismail (28), dan Rudi Hartono (31), Yasser Renato (34), Johan Sucipto (33), Hj Anwar Dj alias Aji (51), Pangeran Johan aliang Ming (32), dan Iskandar (23).

Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga turut mengamankan barang bukti sabu.

“Mereka ditangkap masing-masing di lokasi berbeda bersama barang buktinya.Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan, ” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika di Mapolrestabes Makassar, Senin (11/6/2018) sore tadi.

Diari menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap pemakai yakni Pangerang Johan di Jalan Nuri Baru, Kamis (7/6) lalu, sekitar pukul 21.00 Wita. Dan ditemukan barang bukti dua paket sabu, kemudian kata Diari, dikembangan sehingga berhasil menangkap pengedar sabunya.

“Kita tangkap pengedarnya bernama Imran di Jalan Dahlia, ditemukan empat sachet sabu. Dan barang buktinya sudah siap dikirim ke uji Labfor,” ujarnya.

Selain iru Diari menambahkan, di hari yang sama pihaknya kembali menangkap pengedar sabu bernama Ismail dengan barang bukti 10 sachet sabu berhasil diamankan.

“Barang haram tersebut, rencana akan diberikan ke Yasser Renato dan Johan Sucipto, dari TKP ditemukan bekas sachet sabu dan alat isap,” tambahnya.

Sementara, residivis kasus narkotika, Rudi Hartono kembali harus menjalani hukuman penjara. Dimana kata Diari, ditemukan barang bukti dua paket sabu bersama dua badik.

“Dia ini baru saja keluar dari Rutan Makassar, setelah menjalani hukuman satu setengah tahun hukuman penjara. Kemudian kita juga amankan Iskandar dengan barang bukti satu pake sachet sabu,” tungkasnya.

Atas perbuatannya, para pengedar sabu akan dikenakan pasal 112 dan 114 ayat (1) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Namun untuk Ismail dikenakan pasal 112 dan 114 ayat (2) hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Dari pengakunnya mereka menjadi pengedar sabu rata-rata sebulan.Namun kita akan dalami kembali, dan pengakuanya karena faktor ekonomi,” tutupnya.(Bur)