Pendukung ‘Kolom Kosong’ di Makassar Terus Bertambah

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar sebentar lagi digelar, namun pilwalkot kali ini hampir pasti Pasangan Calon Wali Kota Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi harus bertarung melawan Kolom Kosong.

Namun demikian, melihat antusias warga saat ini yang menginginkan Kolom Kosong, pasangan Appi-Cicu harus memikirkan strategi yang serius untuk menumbangkan Kolom Kosong.

Warga kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala memasang Spanduk Ayo Coblos Kolom Kosong
Warga kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala memasang Spanduk Ayo Coblos Kolom Kosong

Itu terlihat dengan adanya berbagai spanduk dan pernyataan dukungan untuk kolom kosong yang mulai mewarnai pemukiman warga dan jalan – jalan di Kota Makassar.

Salah satunya dukungan warga dari Kecamatan Manggala tampaknya mulai terlihat dengan adanya beberapa spanduk yang terpasang bertuliskan ajakan ” Ingat 27 Juni Ayo Coblos Kolom Kosong”.

Salah satu Ketua RT Kelurahan Bangkala, Mirdan, saat ditemui lagi memasang sepanduk mengatakan, kalau spanduk yang dipasangnya sebagai bentuk ajakan untuk menghindari golput pada hari pemilihan, selain itu spanduk ini juga sebagai bentuk dukungan warga kami untuk Kolom Kosong.

“Ini spanduk untuk mengajak warga untuk datang memilih di tanggal 27 juni nanti, supaya tidak ada yang golput,” ujar Mirdan, Rabu malam (06/06).

Selain itu,” spanduk ini juga bentuk dukungan kami untuk mencoblos kolom kosong,” sambungnya.

Lebih jauh Mirdan mengungkapkan alasannya kenapa mereka tertarik memilih kolom kosong.

“Kalau ditanya kenapa harus Kolom Kosong, yah karena kami tidak mau pilih appi-Cicu kan begitu,  selain itu kenapa kami pilih kolom kosong, karena kalau kolom kosong menang diulangki pilkadayya,” pungkasnya.

Sementara itu Koordinator RW Kelurahan Bengkala, Abd Jabbar juga menyampaikan alasannya kenapa mesti mengajak warganya untuk memenangkan kolom kosong.

“Insya allah kami RW di Kelurah Bangkala akan solid menangkan kolom kosong, karena kami beranggapan pilkada kali ini penuh kecurangan, intimidasi dan kezaliman,  jujur kami sangat prihatin dengan apa yang dialami pasangan calon Danny-Indira,  bayangkan mereka harus didiskualifikasi KPU dengan alasan pelanggaran, nah sementara panwas putuskan dalam dua kali musyawarah tidak ada pelanggaran, itu alasan kami kenapa mesti pilih Kolom Kosong, dan saya tegaskan piluhan kami karena hati nurani, tidak ada paksaan dari siapapun juga,” ujar Jabbar.

Sekedar diketahui hingga saat ini panwaslu Kota Makassar tetap pada pada putusannya tidak ada paslon pada pilwalkot kali ini, karena merujuk pada ditolaknya putusan hasil musyawarah sengketa pilkada, yang meminta KPU menerbitkan SK baru bagi pasangan Calon Wali Kota dan Wali Kota Makassar. (**)