Komplotan Curanmor dan Penadah Barang Curian Diringkus Resmob Polda Sulsel

LIPUTAN8.COM , Makassar – Komplotan pelaku pencurian kendaraan (Curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kota Makassar berhasil diringkus anggota Resmob Polda Sulsel.

Dari data yang dihimpun adapun para pelaku curanmor yang diamankan adalah Bintang Anugrah (20), Fiandi (21), Junaidi alias Aco (21), Akbar Hidayat alias Ijo (16), warga Kota Makassar dan Azis (28) warga Desa Campagayya, Kabupaten Jeneponto.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, komplotan curanmor ini telah beraksi sejak bulan Januari sampai Mei 2018 di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

Tak hanya menangkap pelaku curanmor lanjut Dicky, anggota Resmob Polda Sulsel juga menangkap penadah barang hasil curian pelaku yakni Ilham Dg Tarru (41) warga Kota Makassar, Juma Dg Rate (32), Saiful (31), Herman (29) dan Zulkifli (19) warga Kabupaten Jeneponto.

“Jadi anggota Resmob juga mengamankan kelima penadah barang hasil pencurian dari para pelaku curanmor tersebut,” kata Dicky saat memberikan keterangan persnya di Posko Resmob Polda Sulsel, Rabu (30/5/2018) petang tadi.

Selain mengamankan para pelalu, polisi juga berhasil menyita barang bukti 10 unit sepeda motor berbagai merek yang diduga hasil jarahan pelaku.

Barang bukti sepeda motor berbagai merek yang diamankan Team Resmob Polda Sulsel dari komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor dan penadah barang hasil curian. (Ist)
Barang bukti sepeda motor berbagai merek yang diamankan Team Resmob Polda Sulsel dari komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor dan penadah barang hasil curian. (Ist)

Dalam melancarkan aksinya pelaku menggunakan kunci Letter T, setelah berhasil menggasak kendaraan korban,pelaku kemudian mengaburkan identitas kendaraan dengan menghapus nomor mesin dan nomor rangka kendaraan serta membuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (Stnk) kemudian menjualnya kepada penadah dengan harga mulai dari Rp. 1,5 juta hingga Rp.10 juta.

Atas perbuatan pelaku curanmor akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. Sementara untuk pelaku penadah di jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Pelaku dan barang bukti saat ini telah diamankan di Posko Resmob Polda Sulsel untuk proses hukum lebih lanjut, ” jelas Dicky Sondani. (Bur)