HMI Unibos Minta Plt.Kasat Lantas Polrestabes Dicopot

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kasus dugaan pungli yang dialamatkan kepada salah satu oknum Polantas Polrestabes Makassar berbuntut panjang.Pasalnya Ratusan Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Bosowa menggelar aksi demo untuk kedua kalinya di Polrestabes Makaassar, Rabu (30/5/2018) sore tadi.

Di dalam halaman Polrestabes Makassar mahasiswa ini meneriakkan agar Plt. Kasat Lantas Polrestabes Makassar untuk segera dicopot dari jabatannya atas maraknya penindakan yang dilakukan oleh oknum Polantas Polrestabes Makassar dalam proses penindakan penertiban Lalulintas dalam hal ini titip tilang dan atur damai yang tentunya sangat jelas melanggar peraturan .

“Mendesak kepada Kapolrestabes Makassar agar kiranya merekomendasikan ke Polda Sulsel untuk mencopot Plt. Kasat Lantas, karena tidak profesional sehingga dalam jajarannya masih ada pungli dan calo.Dalam hal ini kami duga ada pembiaran, ” kata Rahmat Hidayat, Ketua Korkom Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) Universitas Bosowa.

Selain itu, Rahmat juga menambahkan pihaknya juga menyotori sejumlah kasus yang dianggap menyimpang di Polrestabes Makassar teruma dijajaran Lalulintas seperti tarif pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) begitu juga dengan modus pungutan liar di Klinik Kesehatan dan surat keterangan kejiwaan (Psikologi).

“Pembuatan Sim yang kerap diduga melebihi pembayaran yang telah ditetapkan dalam aturan,begitu juga dengan cek kesehatan untuk pembuatan Sim hanya berikan kertas dengan harga 25 ribu dan Psikologi yang dibayar 35 ribu,” jelas Rahmat.

Selain itu pihaknya juga menyoroti vidio yang viral dimana seorang polisi lalulintas menerima uang dari seorang pelanggar lalulintas. Hal tersebut disebut mencederai citra polisi sehingga Kasat Lantas Polrestabes Makassar harus dicopot dari jabatannnya untuk pertanggungjawaban perbuatan bawahannya.

“Seorang polisi harusnya tidak menerima uang meskipun itu uang titipan denda tilang, kenapa kemudian oknum tersebut bersih keras untuk menyuruh pelanggar untuk bayar sendiri, kan ada surat tilang yang warna biru cukup diarahkan saja bagaimana caranya transfer denda tilangnya,” urai Rahmat.

IMG-20180530-WA0076

Pihaknya juga menyikapi gaya oknum polantas tersebut saat menerima uang yang disebut uang titipan tilang dari dari si pelanggar lalulintas.

“Dari gaya pemberian uangnya saja kentara ada sesuatunya, kenapa tidak dibeikan di atas meja,” tambahnya.

Sementara itu Kompol Awaluddin, Kasi Propam Poorestabes yang menemui para mahasiswa mengatakan pihaknya akan memproses oknum polantas tersebut.

“Oknum tersebut pasti akan proses, rencana hari senin akan sidang disiplin,” ungkap Awaluddin . (Bur)