Solusi Atasi Sampah Liar, Satgas Biringkanaya Bentuk Posko Pengawasan

LIPUTAN8.COM — Untuk mensiasati dan solusi mengatasi sampah liar di zona terlarang, Pemerintah Kecamatan Biringkanaya membantuk posko pengawasan sampah dibeberapa titik. Salah satunya adalah di poros jalan Perintis Kemerdekaan.

Posko tersebut bertujuan untuk menjaga dan mengawasi warga yang membuang sampah di sembarang tempat. Apalagi di poros jalan Perintis Kemerdekaan. Sebab masih banyak warga yang tidak disiplin, dan membuang sampahnya di sembarang tempat.

Camat Biringkanaya, DR H A Syahrum Makkuradde, SE MSi meminta kepada  pengawas kebersihan kecamatan agar terus memantau kebersihan wilayah, dan mengoptimalkan posko pengawasan sampah khususnya poros jalan Perintis.

Camat juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Petugas atau pengawas kebersihan harus betul-betul memperketat pengawasannya di lapangan. Jika ada warga yang ‘Terciduk’ membuang sampah di zona terlarang, ditegur dan diarahkan untuk berlangganan sampah.

“Semua ini demi menjaga estetika kota, dan sebagai wujud menyukseskan program MTR di Biringkanaya,” kata Camat A Syahrum.

“Saya perhatikan selama ini, memang setiap pagi di poros Perintis mulai dari simpang lima Bandara sampai depan Gerbang Perumahan Telkomas kantong plastik dan karung ditemukan dibawah pohon. Makanya, saya  perintahkan pengawas kebersihan untuk membentuk posko sampah di poros Perintis,” cetusnya.

Sementara Pengawas Kebersihan Kecamatan Biringkanaya, Rios menuturkan, sesuai arahan dan perintah Camat Biringkanaya, ia telah membentuk posko pengawasan sampah dibeberapa titik di poros Perintis Kemerdekaan.

Posko ini kami bentuk untuk mencegah dan meminimalisir sampah yang dibuang oknum warga di pinggir jalan. Sebab rata-rata jika malam hari, tidak sedikit orang membuang sampah-nya di bawa pohon, poros jalan Perintis.

“Posko ini sudah efektif berjalan beberapa hari lalu. Sesuai perintah Pak Camat, semua orang yang terciduk membuang sampah di area terlarang, kita tidak tegas dan mengarahakan mereka berlangganan sampah,” Rios.

“Kegiatan posko ini dilakukan tiga kali seminggu dengan membuat jadwal dan titik posko malam hari yang berpindah pindah di setiap kelurahan,” tandasnya. (bas)