Polisi Pantau Mantan Napiter di Sulsel

LIPUTAN8.COM, Makassar – Selain melakukan penjagaan dan pengamanan di ratusan Gereja yang ada di Kota Makassar, pihak kepolisian juga melakukan pemantaun terhadap mantan Narapidana Terorisme yabg telah bebas dari penjara.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Napiun. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengerahkan anggota untuk melakukan pemantaun terhadap mantan Napiter.

“Itu tentu juga perhatian kita, yakni mantan Napi terorisme yang sudah dipulangkan ke masyarakat atau pihak keluarga, ” kata Stephen Napiun sesaat setelah melakukan pemantaun keamanan Gereja bersama Kapolrestabes Makassar dan Dansat Brimob Polda Sulsel, Minggu (13/5/2018) siang tadi

Stephen berharap agar para mantan Napiter yang sudah bebas itu benar-benar lepas dari paham radikalisme.

“Ya memang kalau kita bicara teori bahwa intoleransi dan radikalisme melahirkan terorisme. Kalau ada pemikiran dan paham radikal kita harapkan itu mereka sudah kembali ke jalan yang benar,” harap Stephen.

Seharusnya, kata Stephen lagi, para mantan Napiter itu sudah sadar bahwa Indonesia sudah harus betul-betul kuat dengan kebersamaan dan menghargai perbedaan yang ada.

“Semoga Sulawesi Selatan tetap aman,” pungkasnya.

Sebelumnya, kerusuhan dan penyanraan yabg dilakukan oleh terpidana teroris terhadap anggota Densus 88 Anti Teror di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, Selasa, 8 Mei hingga Kamis 10 Mei 2018.

Dalam peristiwa tersebut yang menurut kepolisian terjadi karena persoalan makanan yang diantar oleh salah satu keluarga terpidana berujung pertikaian yang mengakibatkan lima anggota Polisi meninggal dunia dan satu terpidana teroris.

Lima orang anggota Polri yang tewas dalam insiden terus adalah, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas. Serta satu orang yang meninggal dunia terpidana teroris atas nama Abu Ibrahim alias Beny Syamsu dan satu anggota yang disandera kemudian selamat atas nama Bripka Iwan Sarjana.

Selain itu, pada hari Minggu 13 Mei 2018, pagi tadi tiga Gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur diteror dengan lendakan bom bunuh diri. Dalam insiden tersebut dikabarkan terakhir 10 korban tewas dan 41 korban luka-luka yang saat sementara dalam penanganan medis. (Bur)