Posko DIAmi Kembali Dirusak, Sekretaris Tim Pemenangan: Kami Masih Menahan Diri

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Posko pemenangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) kembali kembali dirusak.

Kali ini Posko Batik 99 (Barisan Tim Karuwisi) di Jalan Maccini Raya menjadi sasaran oleh OTK.

Pengrusakan Posko Batik 99 terjadi dini hari saat suasana lagi sepi.

Salah satu saksi mata menyebutkan pengrusakan tersebut dilakukan pada dini hari, dan pelaku menggunakan penutup muka dengan membawa parang.

“Kejadian hampir jam 3 dini hari, pelaku sempat saya lihat sementara hantam tiang dan rusaki (posko) pakai parang dan sambil pakai helm dan pakai masker,” ucap, saksi, atasnama Hendra, saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon, Sabtu (12/5).

Hendra mengatakan saat pengrusakan dirinya melihat sebanyak 3 orang dengan mengendarai sepeda motor mengrusaki spanduk DIAmi.

“Yang sempat saya lihat dan saya intip pelaku pengrusakan ada 3 orang dengan menggunakan sepeda motor,” tuturnya.

Posko tersebut kebetulan berada berhadapan dengan tempat dia tinggal. Sehingga mudah mendengar saat kejadian terjadi. Kendati begitu, pelaku setelah merusak posko langsung meninggalkan lokasi.

Tim DIAmi, sangat mengecam tindakan anarkisme yang dilakukan oleh orang-orang yang merusak demokrasi.

“Kami sudah meminta tim hukum untuk segera melaporkan kejadian ini dan memohon kepada pihak kepolisian agar betul-betul serius menangani kasus ini,” tegas Sekretaris Tim DIAmi, Zulkifli Thahir.

Dikatakan, hal ini harus disikapi pihak berwajib karena ini sudah yang kedua kalinya, yang pertama posko di jalan Batu Putih.

“Kami masih bersabar namun jika pihak kepolisian tidak segera mengusut tuntas ini, namun kami juga tidak bisa menjamin massa DIAmi melakukan serangan balasan dan secara terang-terangan,” ujarnya.

“Kami yakin ada pihak-pihak yang merusak suasana demokrasi jelang putusan hasil sidang musyawarah panwas yang rencananya diumumkan besok,” sambungnya.

Dikatakan untuk saat ini tim bisa menahan diri dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian mengusut dan menangkap pelaku pengrusakan. (**)