Penanganan Kasus Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Jadi Perhatian Khusus Polda Sulsel

LIPUTAN8.COM, Makassar – Tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur menjadi perhatian khusus Polda Sulsel dan jajarannya. Polda Sulsel menjalin kordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Hal tersebut lantaran akhir-akhir ini maraknya tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur.

“Langkah Polda Sulsel untuk menangani maraknya kasus penganiayaan anak dibawah umur, Polda akan bekerjasama dengan pihak Pemerhati Perempuan dan Anak dan juga Pemda dan juga Kejaksaan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (10/5/2018).

Selain melakukan kordinasi dengan pihak terkait, Dicky mengatakan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Penyadaran akan ancaman pidana terhadap tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

“Kita akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa penganiayaan terhadap anak bahwa bertentangan dengan hukum,” tambahnya.

Tak hanya kepada masyarakat umum dan pihak terkait, Polda juga akan mengajak alim ulama atau pemuka agama dan masyarakat untuk ikut andil dalam menekan tindak pidana kekerasan anak di bawah umur. Ia pun berharap kasus kekerasan anak akan diproses hukum secara tuntas.

“Kita juga akan mengajak alim ulama untuk memberikan pencerahan di Masjid seperti Jumat dan lain-lain. Kasus kekerasan terhadap anak harus tuntas tidak bisa tidak, supaya ada efek jerah,” tambahnya.

Untuk diketahui, beberapa kasus kekerasan terjadi di wilayah Polda Sulsel. Sebut saja kasus penemuan bayi berlumuran darah yang ditemukan di closed WC Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sebelumnya, kasus kekerasan juga terjadi di wilayah Polsek Panakkukang dimana anak 5 tahun yang diduga dianiaya oleh Ra yang tak lain ayah kandung korban. Kasus ini diserahkan ke Unit PPA Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain itu, pada bulan Februari 2018 lalu Polsek Biringkanaya juga mengamankan lelaki bernama Abdullah atas dugaan pencabulan beberapa anak. Kasus ini juga diserahkan ke Unit PPA Polrestabes Makassar untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, di wilayah Polres Gowa kekerasan anak  di bawah umur yakni korban balita Abdul Mufid (4,5) hingga meninggal yang pelakunya tidak lain adalah ayah kandung korban, HB (29). Kejadian ini terjadi di Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa pada Sabtu 5 Mei 2018, kemarin. Pelaku saat ini telah diamankan di Mako Polres Gowa. (Bur)