Parah.! Oknum Polantas Bulukumba Aniaya dan Siram Bensin Muka Seorang Pelajar

LIPUTAN8.COM , Bulukumba – Aksi tidak terpuji kembali dipertontongkan oleh oknum polisi lalu lintas (Polantas) di tempat umum. Anggota Polantas tersebut bertugas di Polres Bulukumba, melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang pelajar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Abdi Negara itu terjadi di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Rumah Jabatan (Rujab) Komandan Kodim (Dandim) Kabupaten Bulukumba, Kamis, (3/5/2018) sekira pukul 15 : 00 Wita, kemarin.

AA (18) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pepabri Bulukumba yang juga warga Jalan Lure, Kelurahan Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Aiptu Abdul Kahar berteman yang merupakan anggota Polantas Polres Bulukumba.

Kejadian penganiayaan terhadap korban berawal saat AA bersama pelajar lainnya melakukan konvoi kelulusan ujian sekolah tiba-tiba saja dihadang oleh pelaku berteman ada tiga sepeda motor masing-masing dua sepeda motor Patroli (BM) dan sepeda motor matic dan langsung melakukan penganiayaan dengan memukul dan menendang korban.

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polantas tersebut itu dilakukan karena diduga pelajar ini melakukan pelanggaran lalu lintas dengan konvoi sembari melakukan aksi free style di jalan raya yang dapat merugikan pengguna jalan lainnya.

Parahnya lagi, selain melakukan penganiayaan terhadap korban, salah satu dari anggota Polantas tersebut menyiramkan bensin ke bagian muka korban. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka pada bagian siku tangan kiri  luka lecet, dan rasa sakit pada bagian belakang pundak sebelah kiri.

Sementara itu, Uswatun Khasanah Amin (41) orang tua korban memaparkan peristiwa itu berawal saat anaknya sementara konvoi atas kelulusan ujian. Anaknya ini pun mengendarai motor Vespa namun  tiba-tiba saja langsung dihadang oleh oknum Polantas dan langsung dianiaya.

“Anakku konvoi sama temannya setelah kelulusan ujian sekolah. Mereka langsung diikuti pelaku berteman dan tiba-tiba langsung dianiaya, dipukul dan diinjak oleh polisi itu, ” Kata Uswatun saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Sabtu (5/5/2018) sore.

Uswatun menambahkan, sangat menyesalkan perilaku oknum tersebut yang sangat tidak mencerminkan jati diri sebagai seorang pengayom masyarakat pasalnya meski anaknya sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya tetap saja dianiaya.

Selain itu kata Uswatun, anaknya melarikan diri untuk menghindari kebrutalan oknum tersebut akan tetap anaknya berhasil dihadang sehingga aksi oknum Polantas tersebut kembali terjadi hingga melakukan penyiraman bensin ke bagian muka korban.

“Anak saya sudah minta maaf, tapi tetap dipukuli, jadi dia kabur, namun tetap diburu, setelah berhasil dihadang salah satu dari mereka (anggota Polantas) menyiramkan bensin ke muka anak saya, “tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Uswatun mengaku tidak menerima perbuatan anaknya dianiaya sehingga pihaknya langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Propam Polres Bulukumba.

“Saya sudah melapor di Propam, anak saya juga sudah visum dan tinggal menunggu hasil visumnya, ” kata Uswatun Khasanah Amin. (Bur)