Terpilih di Pilgub, IYL-Cakka “Ambil Alih” Beban Orang Tua Siswa

LIPUTAN8.COM — Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) satu-satunya pasangan yang berani menggelentorkan dana pendidikan 1,5 triliun per tahun.

Selain dipastikan ada peningkatan 100 persen bantuan ke siswa SD, SMP dan SMA, keberpihakan ke pendidikan juga akan mengambil alih beban orang tua siswa selama ini.

Pasalnya, melalui Kartu Rakyat Sejahtera yang menanggung semua biaya pendidikan, orang tua siswa tak perlu lagi khawatir dengan jenis pungutan atau sumbangan di sekolah.

Siapapun yang memegang kartu ini jika kelak IYL Cakka memimpin Sulsel, maka dijamin tidak ada lagi biaya sekolah yang harus dikeluarkan. Semua benar-benar bebas dari biaya.

Melalui dana subsidi tersebut, maka baik pungutan dari komite, biaya administrasi, dan lainnya itu akan ditanggung oleh pemerintah. Bukan lagi menjadi beban orang tua siswa.

“Kita siapkan 1,5 Triliun itu untuk masa depan anak cucu kita,” kata Ichsan Yasin Limpo saat menggelar kampanye terbatas All Center, Kecamatan Rante Pao, Toraja Utara, Kamis (3/5/2018).

Lebih jauh dia menjelaskan, Kartu Rakyat Sejahtera akan berlaku saat dirinya terpilih memimpin Sulsel.

“Kalau kepala sekolah, ketua komite atau guru, ada yang minta uang biaya pendidikan, atau pungutan, maka kita kasi lihat kartu rakyat sejahtera ini. Kenapa? Karena pemerintah akan menanggungnya,” tegas IYL disambut tepuk tangan yang meriah.

Tidak hanya itu saja, pasangan IYL-Cakka berani mencanangkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk tidak mewajibkan peserta didik menggunakan seragam. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pendidikan. Sebab banyak orang tua siswa mengeluhkan biaya seragam.

Jika ini Diterapkan semua, diyakini tidak ada lagi yang putus sekolah karena persoalan biaya.”Semua anak cucuk kita bisa sekolah hingga SMA tanpa harus memikirkan biaya sekolah,” ucapnya.

Kapan biaya pendidikan berkualitas merata tanpa pungutan diterapkan? Tokoh pemerhati pendidikan ini menegaskan, jika terpilih jadi gubernur, maka di tahun pertama kepemimpinanya itu sudah bisa diterapkan. (**)