Perangi Politik Uang, NH-Aziz Larang Bagi Sembako & Pasar Murah Ramadan

LIPUTAN8.COM — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menegaskan komitmennya untuk memerangi kecurangan pilkada, termasuk money politic alias politik uang.

Olehnya itu, NH-Aziz telah menginstruksikan seluruh tim pemenangan untuk tidak melakukan aktivitas yang berbau politik uang ataupun sifatnya transaksional.

NH bahkan secara tegas melarang tim pemenangan untuk membagi-bagikan sembako maupun sekadar menggelar pasar murah selama bulan suci Ramadan.

Itu dimaksudkan untuk memastikan seluruh kegiatan NH-Aziz bebas dari politik uang. Selain itu, juga membuktikan ketulusan dan komitmen pasangan nomor urut satu menciptakan pilkada aman, damai dan bersih.

“NH-Aziz komitmen menciptakan pilkada aman, damai dan bersih. Sekarang ini sudah mau masuk bulan suci Ramadan, NH-Aziz tidak mau bagi-bagi sembako. Semua tim (pemenangan) juga saya minta agar tidak ada pasar murah, NH-Aziz tidak mau ada politik uang,” kata dia, Rabu (2/5/2018).

Menurut NH, untuk merebut simpati dan suara masyarakat, pihaknya mengedepankan penggalangan dukungan berbasis dialogis. Kandidat dan tim pemenangan secara intensif memperkenalkan gagasan dan programnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menawarkan gagasan dan program, bukan iming-iming materi yang hanya bersifat sesaat. Itu juga merupakan wujud komitmen NH-Aziz memberikan pendidikan politik dan pencerahan demokrasi di Sulsel,” papar Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar.

Komitmen memerangi politik uang, NH mengimbuhkan sejalan dengan gagasan pihaknya dalam menciptakan pemerintahan bersih dan transparan. Kelak bila terpilih, NH-Aziz siap mengimplementasikan e-planning dan e-budgeting untuk mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Ini bukan lagi soal berani atau tidak (menerapkan e-planning dan e-budgeting), tapi itu memang merupakan sebuah keharusan. NH-Aziz berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Untuk itu, harus ada sistem itu yang diimplementasikan,” pungkasnya. (**)