Difitnah Gani Sirman, Danny Pomanto: Era Wali Kota yang Mana Terima Fee 30 persen?

LIPUTAN8.COM, Makassar — Selain membantah dan menyebut tudungan fitnah pernyataan Gani Sirman soal fee 30 persen kepada Wali Kota Makassar oleh setiap SKPD, Wali Kota non aktif Danny Pomanto menyebut Gani Sirman sedang panik.

Danny juga mempertanyakan, Wali Kota Makassar yang mana dimaksudkan oleh Gani Sirman. Karena, Gani seorang pamong senior dan sudah menjadi pejabat saat Danny menjadi wali kota.

Danny lalu meminta Gani tidak menyamakan dengan dirinya. Wali kota inspiratif karena program smart city ini juga mengaku tak pernah meminta fee kepada seluruh SKPD.

Danny kemudian mempertanyakan pula pengakuan Gani Sirman membawa dan menyebut wali kota. Menurutnya, nama wali kota perlu dipertegas oleh Gani Sirman sehingga lebih jelas dan klir.

Sebelumnya dari sebuah kutipan pengakuan Gani Sirman, dan dikutip di salah satu media online bahwa fee 30 persen itu sudah menjadi rahasia umum untuk diserahkan ke wali kota.

“Fee proyek 30% itu sudah rahasia umum di semua SKPD Pemkot. Semua proyekPemkot memang harus dikeluarkan 30% untuk wali kota dan disetor ke BPKA Makassar,” kata Gani Sirman dalam sebuah transkrip pernyataan di media online.

Atas pernyataan Gani Sirman yang menyebut nama walikota Makassar, Danny Pomanto kembali mempertegas agar Sirman menjelaskan secara detail era Walikota Makassar siapa yang dimaksud oleh Gani Sirman.

Karena merasa difitnah, Danny kemudian melaporkan Gani Sirman ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya ingin bertanya sebenarnya dimaksud wali kota mana? Dan dia bilang ada fee 30 persen, 30 persen apa? Terus Wali Kota Makassar juga banyak sehingga itu juga perlu dijelaskan di mana tempatnya kalau pernah disetor, kapan dan siapa saksinya. Jadi sejak kapan saya minta uang ke SKPD,” tegasnya. (**)