Polda Sulsel Bongkar Bisnis Gas Elpiji Oplosan di Makassar

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Selatan berhasil mengungkap bisnis pengoplosan isi tabung gas 3 kg ke tabung gas 12 kg di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.

Penanganan tindak pidana di bidang Perlindungan Konsumen dan di bidang Metrologi Legal berhasil diungkap setelah banyak keluhan dari masyarakat akan kelangkaan tabung gas ukuran 3 Kg, sehingga anggota kepolisian melakukan penyelidikan.

“Atas keluhan masyarakat, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan dua lokasi pengoplosan isi tabung gas, yaitu di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, ” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar komfrensi pers di kantor Pertamina Pelabuhan Makassar, Rabu (11/4/2018) siang tadi.

Dicky menjelaskan, modus pelaku dalam menjalankan aksinya adalah dengan melakukan pengoplosan / memindahkan isi tabung gas 3 Kg sebanyak 4 buah yang disubsidi oleh Pemerintah ke dalam setiap tabung gas 12 Kg yang Non Subsidi dengan menggunakan regulator yang dibuat sendiri dengan cara menempatkan tabung gas 3 Kg di atas tabung 12 Kg yang dihubungkan dengan regulator yang telah dibuat sendiri oleh pelaku.

“Setelah dilakukan penimbangan oleh pihak Metrologi ternyata tabung yang 12 Kg yang telah dioplos isinya dari 4 buah tabung 3 Kg, hanya berisi 11 Kg. Jadi ada kekurangan 1 Kg di setiap tabung, ” jelas Dicky Sondani.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku, mereka adalah, Leonard Andre, Syamsuddin Dg. Ngalle dan Harun Dg. Tutu. Ketiganya adalah, warga Kota Makassar dan Kabupaten Takalar.

Dari pemeriksaan awal terhadap pelaku kata Dicky, pelaku pengoplosan dari Takalar membawa tabung ke Makassar dengan tidak diberikan segel atau penutup tabung, setelah sampai di Makassar baru diberikan segel yang selanjutnya diedarkan ke pengecer.

Barang bukti tabung gas Elpiji yang diduga telah dioplos isinya berhasil disita oleh Polisi dari tiga pelaku. (Ist)
Barang bukti tabung gas Elpiji yang diduga telah dioplos isinya berhasil disita oleh Polisi dari tiga pelaku. (Ist)

Selain itu sambung Dicky, dalam aksi yang dilakukan para pelaku memporoleh keuntunngan lebih besar sebab tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi yang dalam penjualannya hanya memporoleh keuntunngan Rp.  2.000, – pertabung. Sementara bila tabung gas 3 kg sebanyak 4 buah yang dioplos ke tabung 12 Kg, para pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 80.000, – per tabung.

“Dalam penjualan tabung 12 Kg, pelaku mendapatkan keuntungan Rp. 80.000,- per tabung, ” ungkapnya.

Selain mengamankan tiga tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 72 buah tabung 12 Kg,  499 buah tabung 3 Kg,  25 buah regulator, 1 buah timbangan tabung gas dan satu unit mobil beserta STNK.

“Pelaku dan barang bukti telah kita amankan, Untk proses pemeriksaan lebih lanjut, ” pungkas Dicky Sondani. (Bur)