Kasihan, Siswi SMA di Bulukumba, Ikuti UNBK Dikawal Polisi

LIPUTAN8.COM, Bulukumba – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) harus di jalani oleh salah satu peserta ujian dengan pengawalan dari tenaga medis dan aparat kepolisian.

Adalah Asrini, siswi kelas XII SMA Negeri 18 Kajang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan harus diantar menggunakan mobil Ambulans ke sekolahnya untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tak hanya diantar menggunakan Ambulans, selang infus bahkan masih menempel di lengan kiri gadis belia itu saat mengikuti UNBK di hari kedua ini, Selasa (10/4/2018) siang tadi .

Menurut Kapolsek Kajang, AKP Syamsul Bahri, Asrini dirawat di Puskesmas Kajang karena menderita sakit setelah terjatuh dari lantai rumahnya.

“Dia dirawat di Puskesmas, habis jatuh dari rumahnya pas mau berangkat ke sekolah,” kata Syamsul saat dikonfirmasi, Selasa petang (10/4/2018) malam.

Syamsul menjelaskan bahwa saat menjalani ujian, Asrini tetap dikawal ketat oleh pengawas ujian dan aparat kepolisian.

“Ada orang tuanya juga ikut, tapi cuma memantau dari luar ruangan ujian,” sambungnya.

Syamsul menambahkan, bahwa Asrini juga ternyata memiliki penyakit lain, gadis belia itu sering kesurupan tiba-tiba tanpa ada diketahui apa penyebabnya.

“Ada sakit lainnya, anak itu sering kesurupan. Padahal tidak ada kejadian, tiba-tiba saja begitu,” ucapnya.

Tadi saja, sambung Syamsul, setelah menyelesaikan UNBK, Asrini sempat kesurupan lagi. “Langsung kesurupan lagi, makanya dilarikan kembali ke Puskesmas,” lanjutnya.

Untuk diketahui, selama pelaksanaan UNBK, Asrini kembali akan diantar menggunakan mobil Ambulans dan dikawal oleh pihak kepolisian hingga pelaksanaan UNBK selesai, mengingat kondisinya yang masih lemas.  (Bur)