Aksi Kemanusiaan, Polres Gowa Bedah Rumah Pasutri di Desa Julubori

LIPUTAN8.COM, Gowa – Di kampung Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Kamis (29/3/2018) kemarin, suasana masyarakat sekitar tiba-tiba diliputi suasana sedih bercampur senang setelah melihat kedatangan rombongan Kapolres Gowa bersama jajarannya.

Rombongan Kapolres Gowa disambut oleh Kapolsek Pallangga Akp Amin Juraid bersama para kanit, Ibu Ketua Bhayangkari Ranting Pallangga dan Kepala Desa Julubori Bpk Ilyas Laja serta masyarakat setempat.

Kedatangan orang nomor di Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Gowa ini adalah untuk menyerahkan rumah hasil bedah yang dilakukan Polsek Pallangga kepada salah satu warga pasangan suami istri, Marica Dg. Bunga (79) dan Sultan Dg. Bani (69).

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga yang didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gowa sebelum menyerahkan rumah hasil bedah terlebih dahulu melakukan pengguntingan pita yang selanjutnya melihat langsung kondisi rumah tersebut.

Rumah tinggal pasangan suami istri, Marica Dg. Bunga dan Sultan Dg.Bani ,sebelum di bedah oleh Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.
Rumah tinggal pasangan suami istri, Marica Dg. Bunga dan Sultan Dg.Bani ,sebelum di bedah oleh Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Suasana haru Kapolres Gowa dan rombongan saat bertemu dengan kakek Marica Dg. Bunga dan Sultan Dg. Bani dengan kondisinya yang sudah tua dan penglihatan yang kini tidak normal lagi.

Perwira berpangkat Dua Bunga Melati ini sempat memeluk kedua kakek tersebut sebagai rasa hormat dan penghargaannya terhadap sang kakek yang kini telah berusia 79 tahun.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” kata Shinto Silitonga, Jumat (30/3/2018).

IMG-20180330-WA0046

Usai berbincang-bincang dengan sang kakek, Shinto kemudian memberikan sambutan kepada warga setempat yang sempat hadir, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Selain itu kata Shinto, juga dapat dijadikan suatu pelajaran guna kedepan lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama. Karena yang dibutuhkan di sini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu.

“Ini tentunya menjadi pembelajaran ke depan untuk lebih peduli kepada sesama, karena yang dibutuhkan adalah keokhlasan dalam berbuat sesuatu, ” kata Shinto. (Bur)