Batal ke Eropa, Warga Makassar Sebut Travel Bayu Buana Abal-abal

LIPUTAN8.COM, Makassar – Tiga orang wanita asal Makassar mendatangi travel wisata, Bayu Buana yang terletak di jalan Faisal, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Ketiga wanita tersebut adalah Fitri (34), Eva dan Anti. Ketiganya mendatangi travel Bayu Buana, Kamis (28/3/2018) siang.

Di Travel Bayu Buana Fitri mengungkapkan kemarahannya yang tidak terima dengan aksi pembatalan sepihak oleh Travel Bayu Buana. Ia tidak terima karena batal berangkat lantaran visanya yang diurus oleh pihak pengelola travel tidak bisa keluar dengan alasan tidak ada rekening pendukung.

“Kenapa tidak sampaikan dari awal, ini  saya sudah bayar lunas baru sampaikan,” ungkap Fitri saat marah-marah.

Selain itu, Fitri yang sudah membayar bersama temannya seharga Rp 30.579.880 per orang mencurigai travel Bayu Buana adalah travel abal-abal. Pasalnya, sejak awal fitri dan dua rekannya dalam satu kelompok telah berencana perjalanan wisata ke Eropa yang akan dilakukan pada 4 April 2018, selama 12 hari.

“Ini travel abal-abal memang kayaknya, kenapa tidak sampaikan dari awal jika tidak bisa berangkat kalau tidak ada rekening pendukung. Teman saya keluar visanya kenapa saya tidak,” sesalnya.

Setelah marah-marah, Fitri keluar dari travel. Saat dikonfirmasi Fitri (34) mengatakan dirinya batal berangkat melaksanakan wisata ke Eropa hanya karena tidak mendapatkan Visa dari agen penyelenggara.

“Saya jadi berangkat hanya karena visa saya belum keluar dari pihak Travel,” kata Fitriani saat ditemui.

Fitriani menambahkan, tidak keluarnya visa merupakan tanggungjawab pihak travel. Namun kendala tidak keluarnya visa tersebut juga tidak disampaikan alasan dari pihak agen.

“Saya ini sudah bayar lunas, namun belakang tidak bisa berangkat karena belum ada visa, terus bagaiamana management travel ini,” tambahnya.

Sementara itu, Eva salah satu teman Fitri membenarkan dirinya rencananya akan berangkat bersama ke Negara Eropa selama 12 hari. Namun salah satu rekannya tidak mendapatkan Visa dari pihak pengelola.

“Kita ini satu kelompok, saya dengan yang lainnya sudah melakukan pembayaran lunas, namun belakang visa milik teman saya (Fitri) tidak keluar, ” ungkapnya dengan muka kesal.

Sementara itu salah satu karyawan yang sempat dikonfirmasi atas aksi protes oleh kliennya enggan berbicara banyak. Ia menyebut hanya berurusan dengan Fitri yang batal berangkat karena persoalan visa.

“urusan ini urusan saya dengan ibu fitri bukan dengan media kalau konfirmasi ke ibu fitri saja,” ungkap salah seorang pegawai wanita Bayu Buana. (Bur)