Maqbul: Hasil Survei CRC Bukti Strategi Hoax Appi-Cicu Tak Berpengaruh

LIPUTAN8.COM, Makassar — Juru Bicara pasangan calon, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), Maqbul Halim menganggap jika hasil survei elektabilitas Danny Pomanto-Indira Mulyasari tidaklah begitu penting. Alasannya, setinggi apapun hasilnya, diyakini pihak lawan tidak mempercayainya.

“Disitukan tinggi elektabilitasnya pak Danny, itu tidak penting, karena pasti mereka (lawan) tidak percaya. Seandainya tuhan buat survei, mereka juga tidak percaya,” katanya, Minggu (18/3/2018).

Menurut dia yang juga Panglima Suaqdron DIAmi, yang terpenting adalah dari 71% responden yang memilih Danny Pomanto-Indira, 40% diantaranya memilih dengan dasar melihat hasil kinerja Danny Pomanto khususnya selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar di periode sebelumnya.

“Kalau 40% dikonfersi menjadi 100%, yang 40% menjadi 70%. Jadi bisa dibilang ada 60% sampai 70% responden itu mengaku puas terhadap kinerja, mereka mau pilih calon karena kinerjanya terbukti,” terang Maqbul.

Untuk itu dia menyimpulkan, strategi yang dilakukan rival Danny-Indira dalam hal ini Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) belakangan ini tidak begitu mempengaruhi mindset berpikir masyarakat di akar rumput.

Misalnya, strategi black campaign atau negatif campaign, berupa hoax, fitnah hingga upaya kriminalisasi tidak mempengaruhi hasil survei hingga saat ini. Meski sebelumnya diakui, tingkat elektabilitas Danny Pomanto menurun jika dibandingkan di November 2017 lalu.

“Elektabilitas pak Danny seorang diri tanpa berpasangan pada November itu 71%. Pak danny itu kemarin berada seorang diri. Pada Maret 2018, itu turun menjadi 69%, ingat seorang diri tanpa pasangan. Sementara kita ketahui seorang incumbent itu fitranya atau naturalnya selalu turun, karena kita bisa lihat peristiwa sebelumnya. Itu artinya apa, bahwa black campaign, entah kriminalisasi, hoax dan fitnah rupanya belum jelas pengaruhnya dalam survei ini,” pungkas Maqbul. (**)