Antisipasi Teror Saat Debat Kandidat Cawalkot Makassar, Polda Sulsel Siagakan Tim Jibom

LIPUTAN8.COM, Makassar – Jelang debat kandidat pemilihan Wali Kota Makassar 2018, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menerjunkan unit penjinak bom dari Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel guna mengantisipasi ancaman teror.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. Ia mengatakan sebelum kedua pasangan calon yaitu nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dan pasangan petahana nomor urut 2, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) adu gagasan, nantinya ruangan yang akan digunakan terlebih dahulu disterilkan.

“Tiga jam sebelum acara, ruangan akan disterilkan oleh unit Jibom Gegana Brimob Polda Sulsel,” jelas Dicky Sondani, Kamis (13/3/2018) sore.

Dicky juga menyebutkan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan beberapa metal detektor untuk mengecek paslon dan simpatisan yang hendak masuk didalam ruangan atau arena debat kandidat.

“Beberapa metal detector juga dipersiapkan untuk mengidentifikasi adanya senjata tajam, mulai dari gunting kuku, bahkan pisau tidak diperbolehkan dibawa masuk,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya , saat pra hingga pasca Debat Pilwali Kota Makassar, 2000 personel akan disiagakan di dalam Gedung Hotel Clarion, area luar, dan wilayah sekitar tempat Debat Pilwali Kota Makassar berlangsung.

“Kami akan menempatkan personel di dalam, luar, dan sekitar gedung yang dinilai agak rawan,” Tutupnya.

Untuk diketahui, adu gagasan antar kandidat nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dan pasangan petahan nomor urut 2, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), rencananya dilangsungkan di Hotel Grand Clarion Makassar pada 16 Maret 2018 mendatang, pukul 21.00 Wita. (Bur)