Buron Dua Tahun, Pelaku Pembunuhan di Pinrang Diringkus di Kalimantan

LIPUTAN8.COM , Pinrang – Tim Crime Fighter Resmob Polres Pinrang bersama Resmob Polda Sulsel yang diback up Resmob Polda Kalsel dan Resmob Polres Balangan berhasil meringkus pelaku penganiayaan yang berujung kematian korban, di Desa Harus Kecamatan Muara Harus,  Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan selatan, Senin (12/3/2018) kemarin.

Adalah, Anwar alias Derita (32) warga Kabupaten Pinrang. Ia merupakan DPO kasus pembunuhan terhadap korban bernama Ismail alias Romo.

IMG-20180313-WA0086

Kapolres Pinrang, AKBP Adhi Purboyo mengatakan bahwa pelaku merupakan DPO kasus penganiayaan bersama sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kampung Sempang, Kelurahan Mattiro Ade Kecamatan Patampanua Pinrang pada tahun 2016 lalu.

“Pelaku sempat buron setahun lebih. Ia langsung melarikan diri setelah membunuh korban dengan cara menebas korban di beberapa bagian tubuhnya,” ungkap Adhi Purboyo kepada Liputan8.com, Selasa (13/3/2018) malam.

Adhi menjelaskan penangkapan terhadap pelaku berawal adanya informasi atas keberadaan pelaku. Sehingga anggota langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku di tempat persembunyiannya di Kalimantan.

IMG-20180313-WA0118

Saat dilakukan interograsi kata Adhi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

“Pelaku melakukan penganiayaan bersama dengan tujuh rekannya. Kemudian dua pelaku sebelumnya pada tahun 2016. Dengan tersangkapnya pelaku (Anwar) maka saat ini empat pelaku lainnya masih DPO,” tambahnya

Adhi menambahkan, para pelaku melakukan penganiayaan karena diduga adanya dendam dan kesal terhadap almarhum (korban) yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap seorang anak perempuan dari kampung pelaku.

“Korban dan pelaku adalah tetangga kampung. Korban atau almarhum diduga melakukan pelecehan terhadap perempuan dari kampung tersangka,” jelasnya.

Hingga saat ini, pelaku telah berhasil diamankan dan rencananya akan dibawa ke Mapolres Pinrang untuk dilakukan proses hukum lebih. (Bur)