Salah Ketik Surat Panggilan,Terlapor Akan Prapradilankan Polres Bulukumba

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR – Pemanggilan H. Sumatra (47) warga Turungan Baru, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten untuk dilakukan tahap dua oleh Polres Bukukumba nampakya berbuntut panjang.

Bagaimana tidak, H. Sumatra yang merasa tak pernah melakukan pencabulan di bawa umur akan mengajukan prapradilan atas panggilan yang tiba-tiba menetapkannya sebagai tersangka tersebut.

Hal ini seperti yang disampaikan kuasa hukumnya, Muhammad Adil. Ia mengungkapkan,pihaknya akan mengajukan gugatan prapradilan atas kasus kliennya. Pihaknya juga menilai banyak kejanggalan dalam pemanggilan dugaan pencabulan yang langsung tahap dua tersebut

“Kami mensinyalir banyak kekeliruan dalam surat panggilan tersebut, termasuk penetapan tersangka. Kami tentunya akan melakukan upaya hukum prapradilan,” ungkap Adil saat dikonfirmasi liputan8.com, Rabu (21/2/2018).

Untuk diketahui, dalam surat nomor: S. Pg. / 88 / ll / 2018 / Reskrim meminta kepada H Sumatra untuk menemui Aipda Rosmina  di ruang pelayanan perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Bulukumba pada 20/2/2018 untuk tahap dua (Duserahkan ke JPU) selaku tersangka dalam perkara dugaan tindakan pidana perbuatan cabul dan persetubuhan terhadap anak dibawa umur.

IMG-20180221-WA0026

Terkait surat pemanggilan untuk tahap dua tersebut, Ipda Rosmina yang dikonfirmasi berkilah jika surat yang dirimkan kepada H Sumatra terjadi kesalahan teknis.

“Itu salah saat dilakukan pengetikan,” singkat Rosmina saat dikonfirmasi, sesaat lalu.

Rosmina menyebut kasus untuk tahap dua H Sumatra adalah kasus dugaan perzinahan bukan kasua pencabulan. Kasus dugaan penzinahan H Sumatra  dilaporkan oleh Makka bin H Hudi. Dimana laporan dugaan perzinahan dengan nomor : LP / 71 / II / 2017 / SPKT / Sulsel / Res. Blk tanggal 27 Februari 2017.

“Terlapor dilaporkan atas dugaan tindak pidana perzinahan,” tambahnya.

Rosmina mengatakan, H Sumatra dilaporkan atas dugaan perzinahan dengan mantan istri pelapor. Perzinahan tersebut diduga terjadi saat pelapor masih berstatus suami resmi dengan Sunarti, mantan istrinya.

“Dugaan perzinahan terjadi saat mereka masih suami istri namun karena karena malu akhirnya bercerai,” tambahnya.

Rosmina juga menyebut kasus dugaan perzinahan tersebut sempat diupayakan melakukan perdamaian. Namun tidak ditemukan titik temu. Setelah bercerai, Makka selanjutnya melaporkan H Sumatra atas dugaan perzinahan dengan mantan istrinya.

“Sempat mau didaimakan namun tidak ada titik temu. Selanjutnya mereka bercerai agar terlapor menikah dengan mantan istri pelapor namun terlapor tidak menikahinya sehingga dilaporkan,” tambahnya.

Sementara itu H Sumatra mengaku tidak pernah melakukan perzinahan yang dituduhkan kepadanya. Ia pun mengaku siap untuk membuktikan jika tuduhan tersebut tidak benar.

“Saya tidak pernah lakukan itu. Saya siap hadapi,” ungkapnya.

Sementata itu terkait surat dugaan pencabulan anak dibawa umur dari Polres Bulukumba, H Sumatra mengatakan dicemarkan nama baiknya. Ia pun selanjutnya akan melngambil langkah hukum terkait surat tersebut.

“Saya akan laporkan, ini pencemaran nama baik,” tambahnya.

Terpisah, Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar yang dikonfirmasi, mengakui jika surat panggilan tahap dua kasus pencabulan tersebut untuk terlapor H. Sumarta merupakan kesalahan pihak Polres.

“Memang kesalahan kami, akan kami perbaiki suratnya. Untuk anggota tentu kita akan tegur dan berikan sanksi, ” singkat Anggi Naulifar Siregar. (Bur)