Ratusan Aduan Calon Jamaah, Polda Sulsel Segera Periksa CEO Abu Tours

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kasus yang menimpa Biro Perjalanan Haji dan Umrah, PT Abu Tours terus bergulir di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan,bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik “CEO” biro perjalanan tersebut.

Hal ini diungkapkan, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Dicky menyebutkan rencana pemeriksaan tersebut berdasarkan banyak laporan pengaduan calon jamaah yang masuk di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.

“Terima kasus Abu Tours, saat ini sudah ada 204 jamaah yang melaporkan ke pengaduan. Laporan yang kita terima akan diproses, sudah ada laporan polisinya dan kita akan lakukan pemeriksaan terhadap pemilik Abu Tours, ” kata Dicky Sondani, Jumat (16/2/2018) malam.

Terkait banyaknya laporan dari calon jamaah Abu Tours kata Dicky, disebabkan karena calon jamaah ini merasa ditipu oleh biro perjalanan haji dan umrah.Mereka telah dijanji untuk diberangkatkan ibadah umrah namun hingga saat ini belum juga diberangkatkan.

“Mereka melaporkan karena mereka merasa ditipu oleh Abu Tours. Informasinya beberapa dari mereka akan diberangkatkan bulan Mei tahun kemarin, akan tetapi sampai saat ini tak kunjung diberangkatkan. Selain itu, uang mereka juga tidak kunjung dikembalikan, ” kata Dicky Sondani.

Terkait adanya beberapa laporan tersebut sambung Dicky, dan juga Kementerian Agama (Kemenag) RI telah memberikan kesempatan terhadap Abu Tours untuk memberangkatkan jamaah namun kesempatan itu tidak dilakukan, maka Dicky menyebutkan bahwa izin Abu Tours segera akan di cabut.

Sementara untuk proses hukum, lanjut Dicky, Polda Sulsel sendiri juga akan segera melakukan penyelidikan terkait kasus yang diduga merugikan ratusan bahkan ribuan jamaah ini.

“Kalau proses hukum jelas, dan terkait untuk pencabutan izin itu adalah kewenangan Kemenag RI, ” lanjutnya.

Untuk diketahui, Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menyediakan posko pengaduan bagi calon jamaah travel Abu Tours maupun travel lainnya, dimana posko pengaduan tersebut mulai dibuka pada Senin 12 Februari 2018, kemarin. (Bur)