Presiden Jokowi: Bansos KIP dan PKH Bukan Untuk Pembeli Rokok dan Pulsa

LIPUTAN8.COM — Presiden RI, Joko Widodo menegaskan bantuan sosial (Bansos) yang dikucurkan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diberikan kepada para siswa mulai SD hingga SMA serta bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bukan untuk membeli pulsa maupun membeli rokok.

“Ingat anak-anakku para pelajar, pergunakan uang yang ada di dalam kartu itu untuk kebutuhan sekolah. Jangan buat beli pulsa. Kalau ketahuan hanya beli pulsa maka kartunya akan dicabut. Begitu pula ibu-ibu yang pegang kartu PKH. Uang yang diberikan kepada ibu-ibu itu harus dipergunakan untuk biaya pendidikan, biaya kebutuhan sehari-hari dan bukan untuk membelikan rokok,” kata Jokowi dihadapan ribuan warga Gowa pagi tadi.

“Tolong suami-suaminya diberi tahu bahwa uang tersebut bukan untuk beli rokok…kalau ketahuan beli rokok maka bantuannya akan dicabut,” tandas Presiden Jokowi dengan bijak disambut tawa para undangan.

Penerima bansos PKH sebanyak 1.700 orang (termasuk 200 pendamping), untuk KIP diberikan kepada 1.859 orang (termasuk 169 pendamping) dan 300 orang guru penerima sertifikasi.

Hujan yang mengguyur tak deras tak membuat Jokowi jenuh bersama warga Gowa yang kurang lebih 4.000-an orang mengisi tenda yang disiapkan.

Sementara ratusan warga lainnya yang tidak memiliki ID card terpaksa hanya menonton sambil hujan-hujanan dari arah luar pagar lapangan Syekh Yusuf Discovery yang dijaga ketat personil pengamanan.

Sambutan Presiden Jokowi tidak panjang. Presiden yang mengenakan kemeja putih didampingi ibu negara, Ibu Riana Joko Widodo yang mengenakan kebaya merah itu lebih banyak memberikan sambutan bergaya games.

Ada tiga orang dipilih Jokowi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Ketiga orang yang dipilihnya berdiri di dekatnya langsung diberi hadiah berupa sepeda. Tiga orang yang menerima hadiah ini adalah Deli, seorang ibu rumah tangga asal Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga.

Presiden Jokowi lantas tertawa ditengah kebingungannya saat Deli menyebutkan tujuh nama ikan dalam bahasa Makassar.

“Apa itu Katombo ? Saya tidak tahu tapi pak Bupati Gowa membenarkan ada nama ikan itu maka saya beri hadiah sepeda. Ini sepeda termahal lho…kenapa mahal ? Karena ada tulisannya ‘ Hadiah Presiden Jokowi’…,” kata presiden sambil tertawa.

Hadir dalam kesempatan itu Mensos RI, Idrus Marham, Mendikbud RI, Muhajirin, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV Sultan Hasanuddin, Mayjen Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenal Bate serta Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis.

Deli diminta oleh presiden menyebutkan tujuh jenis ikan yang bersumber dari kekayaan laut Indonesia. Sedang Kartini Harun seorang guru TK diminta menyebutkan tujuh suku dari 714 suku yang ada di Indonesia.

Dan seorang murid SD bernama Isra asal Kecamatan Parigi diminta menghafal Pancasila yang langsung dipuji presiden Jokowi karena diucapkan secara tegas dan sangat lancar.

Di hadapan ribuan undangan yang ada, Jokowi menegaskan penggunaan dana di kartu yang diberikan kepada para penerima manfaat tersebut, harus betul-betul dimanfaatkan sesuai manfaatnya. Jokowi bahkan meminta masyarakat Gowa untuk senantiasa berdoa agar anggaran bansos baik untuk siswa maupun untuk keluarga harapan bisa bertambah dalam APBN tahun depan.

“Saya berharap masyarakat berdoa supaya anggaran ini bisa ditingkatkan tahun depan,” kata Jokowi sambil mohon diri menuju Kabupaten Takalar. (fik)