Tipikor Polda Sulsel Periksa Kadis Perdagangan Sulsel

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kepala Dinas Perdagangan Propinsi Sulawesi Selatan, Hadi Basalamah diperiksa tim Penyidik Subdit III Ditkrimsus Polda Sulsel terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perdagangan Sulsel, beberapa bulan yang lalu.

“Pemeriksaan dimulai sejak jam 09.00 wita dan sampai saat ini pemeriksaan belum selesai,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu (14/2/2018) sore.

Dicky menyebut pemanggilan terhadap Basalamah dilakukan untuk pemeriksaan sebagai saksi. Adapun pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan pertama kali terhadap Basalamah.

“Ini pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam kapasitasnya sebagai saksi,” tambah Dicky.

Meski telah menjalani pemeriksaan sejak pagi, Dicky mengaku belum mengetahui kemungkinan penetapan Basalamah sebagai tersangka. Ia mengatakan perkembangan kasus tersebut tergantung dari hasil penyidikan.

“Kita belum bisa bicara tentang itu, biarkan dulu penyidik bekerja. Perkembangan sesuai dengan hasil penyidikan,” tambahnya.

Sebelumnya, penyidik Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus OTT di Dinas Perdagangan Sulsel tersebut. Keduanya masing-masing Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Nur Asikin dan Malik Arif selaku kontraktor pengerjaan beberapa proyek di Dinas Perdagangan Sulsel.

Diketahui, Asikin tertangkap tangan sedang menerima uang fee senilai Rp 433.600.000 juta dari Malik Arif, kontraktor penerima pengerjaan beberapa proyek di Dinas Perdagangan Sulsel tahun anggaran 2017, Kamis 28 Desember 2017.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Nur Asikin dan Malik Arif tersebut berlangsung di Kantor UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Sulsel, Kamis 28 Desember 2017 sekitar pukul 13.00 Wita.

Dari hasil OTT terhadap keduanya, lanjut Dicky, berhasil diamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 433.600.000 juta, dokumen buku rekening milik Nur Asikin, dokumen penyewaan gedung Celebes Convention Centre (CCC), dokumen setoran sewa gedung dan dokumen Surat Perjanjian Kontrak (SPK).  (Bur)