Dewan Monitoring dan Evaluasi di Takalar, Terima Keluhan Nelayan

LIPUTAN8.COM — Anggota DPRD Sulsel melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada dinas atau mitra kerja pada Minggu dan Senin (12/2/2018).

Sejumlah anggota dewan melakukan monev pada Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan di Jalan Vetran Selatan, Makassar.

Dinas yang sudah memanfaatkan gedung baru hasil rehabilitasi dengan menggunakan APBD tahun 2017 sebesar Rp19 miliar lebih.

Hanya saja dari hasil Monev yang dilakukan tersebut terungkap, bila Dinas tersebut masih kekurangan anggaran khususnya untuk pengadaan barang atau mobiliet dan interior termasul pengadaan alat pendingin ruangan.

Sekretaris Dinas Petetnakan dan Kesehatan Hewan, Hermawaty mengakui bila ruangan kerja masih panas lantaran keterbatasan alat pendingin ruangan.

“Iya ac nya masih terbatas sehingga ruangan masih panas,” ujar Hermawaty.

Dihadapan anggota dewan seperti Imbar Ismail dan Andi Yusran Paris dari komisi B, tiga dari komisi C masing-masing Hoist Bactiar, Usman Lonta dan Hengki Yasin serta satu dari komisi D yakni Andi Hery S Attas serta dari Komisi E Nupri Basri.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Hermawaty menjelaskan bila pihaknya telah mengajukan anggaran untuk interior, pengadaan AC termasuk rehab gedung b untuk pegawai termasuk untuk area perparkiran.

“Adapun usulan pengadaan yakni sebesar Ro37 miliar . Dan rencanyanya gedung dinas akan diresmikan pada Maret mendatang”ujanya.

Tahun 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 75 miliar, 19 miliar diperuntukkan untuk rehab gedung.

“Untuk pekerjaan rehab kantor pada pembangunan 2017 dikerjakan oleh
Cv Ady Karya,” tandasnya.

Sehari sebelumnya, para wakil rakyat ini mengunjungi tempat pendaratan ikan di Beba kecamatan Galesong Kabupaten Tajalar, Minggu (11/2/2018).

Kedatangan wakil rakyat ini sekaligus untuk menerima aspirasi terkait keluhan para nelayan yang butuh tanggul dan pemecah ombak.

“Nelayan juga tak bisa menyandarkan kapal ikannya karena dermaga dalam sehingga harus menarik perahunya di pesisir yang agak jauh dari dermaga.
(*)