Tim DIAmi Sujud Syukur, Cakmon: Itu Wujud Kesyukuran Rakyat Makassar

LIPUTAN8.COM, Makassar — Tim Pemenangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) spontan sujud syukur usai ditetapkan secara resmi sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh KPU kota Makassar.

Nasran Mone, atau yang familiar dipanggil Cak Mon, selaku Ketua Tim Komunitas DIAmi menjelaskan, aksi ini adalah salah satu wujud kesyukuran kepada sang pencipta, dengan penetapan DIAmi sebagai peserta Pilwali 2018.

“Setelah melalui proses dan berbagai peristiwa luar biasa, akhirnya kita sampai di proses ini dan resmi menjadi peserta Pilwali 2018 mendatang,” tuturnya, di Kantor KPU kota Makassar, Senin (12/2).

Cak Mon menceritakan, sejak awal DIAmi menyatakan akan maju kembali sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, terjadi ‘begal partai’. Sehingga, partai-partai secara struktural yang sebelumnya di kubuh Danny-Indira terpaksa beralih ke kandidat lain.

Lalu, dengan dukungan segenap masyarakat Makassar, DIAmi memantapkan diri maju melalui jalur independen. Cak Mon yang juga mantan anggota DPRD Makassar ini menduga, jalur itu pun coba diganggu oleh oknum yang tidak menginginkan Danny kembali memimpin, Makassar meski telah menorehkan banyak prestasi di kota ini.

“Kembali sejumlah perkara hukum coba disangkut pautkan dengan Kandidat kami, namun pada akhirnya, alhamdulillah wujud kesyukuran dengan adanya penetapan hari ini. Ada pun peristiwa hukum itu, kami menduga adalah bentuk kriminalisasi,” terangnya.

Dengan serangkaian peristiwa yang dilewati, maka mereka pun meluapkan kesyukuran dengan bersimpuh atas diijabahnya doa-doa masyarakat yang masih menginginkan kebaikan di Makassar. Berhasil sampai pada tahapan ini, Cak Mon menyebutnya sebagai tanda-tanda kemenangan.

Selain itu, Ia juga menilai, Danny yang masih mendapat perlindungan hingga hari ini karena masih mendengar nasehat para ulama, khususnya Anregurutta AGH Sanusi Baco.

“Ini juga merupakan pembelajaran berharga bagi masyarakat apabila menghadapi masalah serumit apa pun hendaknya tetap menghadapi dengan tenang, sabar, tawadhu, dan menyandarkan diri tidak lain hanya kepada Allah SWT,” kuncinya. (**)