Masyarakat Bantaeng Tagih Janji Nurdin Abdullah

LIPUTAN8.COM , Makassar –  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bantaeng Menggugat, menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/2/2018).

Pantauan liputan8.com, aksi yang dimereka menuntut Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah bertanggung jawab dalam persoalan ganti rugi lahan warga yang dijadikan lahan proyek SMALTER (Pabrik Nikel) sejak tahun 2015 lalu.

Koordinator Aksi, Adhi Puto Palaza dalam keterangannya mengatakan PT. Pusaka Jaya Luhur Abadi (Puja) dan PT. Titan Mineral Utama yang menjadi investor proyek tersebut belum melunasi utangnya kepada masyarakat sebesar 4,9 Miliyar. Kedua investor ini, menurutnya datang ke Bantaeng atas permintaan Bupati Bantaeng saat itu, Nurdin Abdullah.

“Nurdin Abdullah segera bertanggung jawab dalam persoalan ini sebelum meninggalkan Bantaeng. PT. Titan dan PT. Puja segera melunasi utangnya sebesar 4,9 Miliyar,”kata Adhi, Jumat (9/2/2018).

Adhi mengatakan kesepakatan ini sudah dibuktikan dalam nota kesepakatan dengan masyarakat setempat yang disaksikan oleh penegak hukum dari kepolisian Bantaeng saat itu. Selain itu, masyarakat yang digunakan lahannya pernah diberi cek kosong kepada masyarakat saat pihak investor membayar lahan mereka.

Selain berorasi menggunakan megaphone dan membentangkan spanduk, pengunjuk rasa ini juga ingin bertemu dengan ketua Komisi A DPRD Sulsel. Namun hal itu tidak terpenuhi karena Ketua komisi A tidak ada di tempat.

Selesai menggelar aksinya, kelompok mahasiswa kemudian membubarkan diri, terlihat beberapa anggota kepolisian mengawal jalannya aksi demonstrasi.(Bur)