Tak Ada Biaya Bayar Rumah Sakit,Bayi Korban Peluru Nyasar Butuh Bantuan

LIPUTAN8.COM, Makassar – Balita berusia 16 bulan yang menjadi korban peluru nyasar saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, kondisinya semakin membaik.Hal ini disampaikan oleh Sugeng Ramdhani, ayah bayi cantik yang bernama Sefti Saraswati.

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, tinggal perawatan setelah menjalani operasi, ” kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (8/2/2018).

Namun, dibalik kondisi anaknya yang semakin membaik pihak keluarga korban masih tersimpan kesedihan. Pasalnya, saat sekarang ini, pihaknya terkendala dalam biaya perawatan korban selama berada di rumah sakit.

“Kendala saya saat ini biaya rumah sakit, dan saya tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Sampai sekarang belum ada instansi maupun lembaga yang bertanggungjawab untuk membiayainya padahal anak saya cuma korban,” katanya

Sugeng menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini terdaftar sebagai jalur umum di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo dan untuk anaknya yang bisa keluar dari RS ia harus membayar sejumlah pembayaran perawatan. Akan tetapi, terkait hal tersebut ia tidak mampu membayarnya sehingga berharap agar pihak pemerintah dan beberapa lembaga agar bisa mengulurkan tangan untuk membantunya.

“Harapan saya semoga ada instansi atau lembaga-lembaga yang bisa menolong biaya perawatan rumah sakit anak kami,” harapnya.

Tidak hanya itu, Sugeng juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada instansi pemerintah atau lembaga yang datang menemui anaknya yang menjadi korban peluru nyasar.

“Hingga saat ini belum ada instansi terkait yang datang menemui kami. Baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Dr Halid yang dikonfirmasi,mengatakan bahwa keadaan umum untuk anak tersebut sudah membaik akan tetapi masih perlu perawatan terkait luka operasinya.

Terkait untuk biaya perawatan korban kata Halid bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk terkait kondisi anak bayi korban peluru nyasar tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi Dinkes kota makassar. Hasilnya terkait BPJS (kis) belum dapat informasi  lanjut,” ucapnya

Lebih jauh Halid meminta agar masyarakat ikut program BPJS diharapkan edukasi dan sosialisasi dari BPJS dan Dinas kesehatan. Dan memohon dukungannya untuk mengajak masyarakat untuk partisipasi dalam program BPJS secara mandiri.

“Kecuali masyarakat yang tidak mampu diharapkan pemerintah melalui Dinkes atau Dinsos dapat membantu untuk kepesertaannya,” singkatnya. ( Bur)