Memasuki Bulan Kedua, Pelaku Teror Bom Bontoala Masih Gentayangan

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kasus pelemparan bom pipa rakitan yang terjadi di Polsek Bontoala, Polrestabes Makassar, Polda Sulsel pada tanggal 1 Januari 2018, sekira pukul 04:00 Wita, hingga saat ini masih menjadi misteri.

Hingga kini, siapa pelaku teror bom yang menyebabkan dua anggota polisi luka-luka termasuk Kapolsek Bontoala masih menjadi tanda tanya,bahkan satu korban harus menjalani operasi untuk mengangkat serpihan bom. Pihak Polda pun mengaku hingga saat ini belum berhasil mengungkap kasus yang menjadi sorotan tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, belum ada perkembangan,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani Rabu ( 7/2/2018).

Kasus ledakan yang terjadi di malam pergantian tahun 2017-2018, yang telah dijaga 1.800 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, BNPB, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) diterjunkan di Sulsel tersebut telah berlalu selama 38 hari. Hingga saat ini Polda Sulsel menyebut Densus 88 masih berusaha mengungkap kasus tersebut. Meski demikian pihaknya juga tak mengetahui kendala pengungkapan kasus itu.

“Masih ditangani densus, tidak ada info kendalanya,” tambahnya.

Sementara itu Pakar Hukum Pidana Universitas  Bosowa Makassar,  Prof Marwan Mas  menyebut  teror bom Bontoala telah menjadi pekerjaan rumah (PR) Kepolisian. Meski Demikian ia mengaku tidak tahu apa kendala polisi sehinga belum mampu mengungkap dan menangkap pelakunya.

“Padahal, selama ini Densus-88 begitu gesit dalam mereaksi gerakan teroris, sebab kadang sudah menangkap terduga teroris sebelum melakukan aksinya,” ungkap Marwan, saat dikonfirmasi, Selasa (7/2/2018) malam.

Marwan menyebut pengungkapan teror bom Bontoala berbeda  dengan pengungkapan teror  bom  lainnya yang dapat diungkap  dengan cepat.

Marwan menyebut pertanyaan pengungkapan teror tersebut  perlu dijawab dengan menangkap pelakunya sekaligus mengungkap motifnya.

“Tetapi di Makassar meskipun sudah ada aksi pelemparan bom rakitan dan di kantor polisi lagi, tetapi memasuki bulan kedua, polisi belum berhasil membongkar jaringannya,” tambahnya. (Bur)