Penggeledahan Tanpa Alasan di Jeneponto, Kapolres : Dia Penadah dan Diduga Bandar Narkoba

LIPUTAN8.COM, Makassar – Penggeledahan polisi di rumah Intang, salah satu warga Kabupaten Jeneponto berbuntut panjang, pasalnya pasca penggeledahan tersebut, pemilik rumah mengaku kehilangan beberapa barang berharga dan uang tunai belasan juta rupiah.

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto yang dikonfirmasi dengan tegas membantah informasi tersebut. Ia mengatakan, saat itu pihak Resmob Polres Jeneponto bersama Resmob Polda Sulsel dan Resmob Polres Bantaeng tengah melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti atas penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang telah ditangkap sebelumnya, dimana pengakuan pelaku tersebut, barang bukti sepeda motor berada di rumah Intang.

“Saat itu kami Tim melakukan pengembangan barang bukti kasus pelaku curanmor, dan penunjukan pelaku motor tersebut berada di rumah Ibu Intang, yang juga diduga adalah salah satu bandar narkoba, ” kata Hery Susanto saat dikonfirmasi liputan8.com, Sabtu (3/2/2018) sekira pukul 14 : 18 Wita.

Hery menambahkan, atas penunjukan pelaku ke rumah Intang, kemudian pihaknya melakukan penggeledahan, dimana saat itu pemilik rumah atas nama Intang melarikan diri lewat pintu belakang dan benar kendaraan sepeda motor yang di maksud pelaku, berada di rumah Intang.

“Kita amankan beberapa unit motor, bahkan sepeda motor anggota yang hilang juga ada di sana. Selain itu, kita juga amankan Tv dan alat musik yang diduga hasil curian yang digadaikan. Dan untuk uang Rp 13 juta itu tidak benar, ” tambah Hery.

Diberitakan sebelumnya, pasca penggeledahan polisi di rumah Intang yang mengaku kehilangan beberapa barang berharga kemudian melaporkan seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Jeneponto ke Propam Polda Sulsel pada Kamis 1 Februari 2018, kemarin.

Selain kehilangan barang berharga dan uang tunai warga Kabupaten Jeneponto ini juga dengan tegas mengatakan tidak pernah terlibat dalam kasus apapun dan merasa janggal atas penggeledahan yang dilakukan oknum polisi.

“Saya laporan ke Prom Polda kemarin (1/2/2018). Say tidak tahu kasus apa sehingga rumah saya digeledah, yang jelas saya penggeledahan itu, mereka menyita barang-barang saya, ” kata Intang kepada awak media saat ditemui di bilangan jalan Hertasning, Makassar, Jumat (2/2/2018) kemarin.

Awalnya, kata Intang, dia menyangka sekitar 20 orang pria yang datang kerumahnya itu adalah perampok, pasalnya mereka memaksa masuk dan merusak pagar, pintu dan jendela rumahnya.

“Tidak ada surat penggeledahan mereka tunjukkan. Yang jelas dirusak pagar, pintu dan jendela rumahku. Ada juga yang masuk lewat belakang. Mereka banyak orang, sekitar 20 orang,” ucapnya.

Tak hanya merusak pagar, pintu dan jendela, seluruh oknum polisi yang melakukan penggeledahan itu juga merusak sejumlah lemari  milik Intang.

“Saya di lantai satu , lemari kecil saya di lantai dua rusak lalu uang Rp 13 juta diambil, kemudian ada juga uang Rp 600 ribu dibawah diambil, pintu lemarinya juga dirusak. Padahal bisa minta tolong sama saya atau suami saya untuk membukakan lemari itu,” ujarnya

Intang menjelaskan, pasca penggeledahan itu, ia kemudian mengunjungi rumba Aipda RS yang juga masih ada hubungan keluarga dengan tujuan untuk mempertanyakan alasan penggeledahan dan disitanya beberapa barang berharga yang ada di rumahnya.

“Saya sempat ke rumahnya tapi dia tidak mengaku kalau menyita uang itu, dia mengelak,” kata Intang dengan nada kesal. (Bur)